KesehatanLingkungan HidupPERISTIWA

Beredar Video Warga Rowokele Dievakuasi Karna Positif Corona, Begini Kejelasanya

1915
×

Beredar Video Warga Rowokele Dievakuasi Karna Positif Corona, Begini Kejelasanya

Sebarkan artikel ini
Foto Istimewa

GOMBONG, Kebumen24.com – Dalam dua hari terakhir ini, beredar video salah seorang warga di Kecamatan Rowokele yang dikabarkan positif terpapar corona sedang dievakuasi oleh petugas. Video tersebut pertama kali tersebar melalui whatshap dan kemudian muncul di unggah di berbagai media sosial mulai Selasa malam kemarin.
Hal itu lantas membuat ramai diperbincangkan masyarakat dan banyak yang ingin mengetahui kebenaran kabar tersebut. Terlebih saat itu masyarkat belum mendapatkan keterangan resmi dari pemkab Kebumen.
Foto : Dirut RS PKU Muhammadiyah Gombong dr Ibnu Naser Arrohimi menyampaikan keterangan kepada awak media


Terkait hal tersebut, Direktur Utama Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong, dokter Ibnu Naser Arohimi, Rabu 1 April 2020, menjelaskan, bahwa seorang warga di Kecamatan Rowokele Kabupaten Kebumen yang di Videokan itu merupakan Pasiennya, yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Gombong. Kendati begitu kondisinya kini sudah membaik.

Adanya kabar positif corona, pihaknya membenarkan bahwa pasien berinisial SF (61) itu dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (Covid-19), Setelah hasil swap pertama positif dan swap kedua negatif dan pasien dikategorikan positif Covid-19.
Menurutnya, Pasien positif Covid-19 tersebut merupakan yang kedua di Kebumen dan pasien pertama positif Covid-19 yang dirawat di Kebumen. Meski begitu pasien itu telah pulang dari rumah sakit dengan tanda klinis dan laboratoris ke arah sembuh. Kemudian Pasien rawat jalan dan dilakukan isolasi mandiri di rumahnya.

“Jadi, Covid-19 sebenarnya virus yang bisa disembuhkan. Ini penting kami disampaikan kepada masyarakat, supaya tidak beredar pemberitaan yang menyesatkan,” ujar dokter Ibnu Naser.

Dirut RS PKU Muhammadiyah Gombong dr Ibnu Naser Arrohimi menyampaikan keterangan kepada awak media

Lebih lanjut Ia menceritakan, pasien itu pertama kali masuk pada 20 Maret 2020 dengan gejala batuk, sesak nafas dan demam. Dan jika masuk rumah sakit sudah hari kelima terpapar, artinya saat ini pasien sudah mengalami fase hari ke-17. Untuk itu pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kebumen agar bisa secepatnya dilakukan swap ulang dalam dua hari yang berbeda. 
Selain itu, Dokter Ibnu juga menekankan, agar para pasien Covid-19 yang berjuang untuk sembuh harus diadvokasi secara gotong royong. Dimana, ketika mereka tidak berjuang atau tidak mengisolasi dirinya akan berpotensi menularkan ke lingkungan sekitarnya.

“Mari jaga kebersihan diri yang baik seperti mencuci tangan, menggunakan masker bagi yang sakit, melakukan sosial distancing adalah upaya clear and clean dari sikap terbaik pada wabah ini,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan infromasi yang diperoleh, pasien tersebut memiliki riwayat menjemput anaknya yang pulang dari Malaysia, pada 14 Maret 2020 lalu. Kemudian pada 20 Maret 2020 yang bersangkutan merasa sakit sehingga dilarikan ke RS PKU Muh Gombong hingga sampai tanggal 27 Maret 2020.
 Karena kondisinya membaik akhirnya pasien dirawat di rumah dengan isolasi mendiri sembari menunggu hasil laboratorium. Baru pada Selasa 31 Maret 2020 pasien dinyatakan positif Corona sesuai hasil laboratorium.
Sementara itu, turut hadir mendampingi pada acara Jumpa Pers yang digelar di Aula PKU tersebut, Ketua Penanganan Covid-19 Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong dokter Eva Delsi, Sp EM, Manager Yanmed dokter Mifathudin dan Ketua Lazismu Kantor Layanan RS PKU Muhammadiyah Gombong Ahmad Ghozali. (K24/THR)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.