KEBUMEN, Kebumen24.com – Ditengah merebaknya wabah virus corona, UPPD Samsat Kebumen memberikan kelonggaran kepada para pemilik kendaraan bermotor yang hendak membayar pajak. Yakni denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang jatuh pada tanggal 29 Februari sampai dengan 29 Mei ditiadakan.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) atau Samsat Kebumen, Bambang Nurcahyo, Rabu 1 April 2020, di Kantro Samsat Kebumen. Menurutnya, kelonggaran tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya mendukung pemerintah dalam penanggulangan penyebaran Covid-19.
“Jadi selama pandemi Virus Corona, tidak ada denda Pajak Kendaraan Bermotor ataupun denda Jasa Raharja. Namun demikian pembayaran pajak wajib dilakukan jika pandemi atau wabah telah reda,” kata Bambang Nurcahyo.
![]() |
| Kepala UPPD Samsat Kebumen Bambang Nurscahyo |
Sementara itu, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengungkapkan, kebijakan tersebut sangat menguntungkan bagi masyarakat sehingga bisa tetap berada di rumah.
Hal ini sesuai Maklumat Kapolri Jendral Polisi Idham Azis tentang kepatuhan terhadap kebijakan Pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19, masyarakat sebisa mungkin untuk tetap berada di rumah. Namun jika masyarakat berkehendak ingin melakukan pembayaran pajak, hingga sampai saat ini kantor Samsat Kebumen masih beroperasi seperti biasa.
Kepada wajib pajak, saat datang Kantor Samsat diimbau melakukan pengecekan kondisi suhu tubuh, wajib cuci tangan menggunakan sabun dan hand sanitizer, serta menggunakan masker dan sarung tangan standar kesehatan.
Adapun Sistem antrean dan tempat duduk di dalam ruang tunggu menerapkan pola physical distancing. Pelayanan Samsat hanya dapat dilakukan di Kantor Samsat Induk Kebumen pada jam pelayanan.
Selain itu, selama Pandemi Corona yang perlu diketahui. Warga masyarkat bisa menggunakan fasilitas pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor secara online melalui aplikasi Samolnas atau Sakpole Samsat Jateng. Meski di rumah, pajak kendaraan tetap bisa dilakukan. Masyarakat masih bisa disiplin membayar pajak.
“Tugas Polri mengesahkan STNK yang sudah dibayar pajaknya. Setelah melakukan pembayaran dan transfer melalui ATM, nantinya bukti bayarnya bisa diserahkan kepada personel kita di Samsat. Selanjutnya bukti bayar itu diganti dengan Notis yang menandakan kendaraan telah bayar pajaknya,” ungkap AKBP Rudy.
Perlu diketahui, Selama pandemi, untuk sementara pelayanan Samsat keliling termasuk Samsat Sabtu Sonten (Samson) ditiadakan sampai ada pemberitahuan ulang. (K24/THR)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















