Pemerintahan

Ganjar Targetkan, Pertumbuhan Ekonomi di Tahun 2020 Meningkat Hingga 7 Persen

902
×

Ganjar Targetkan, Pertumbuhan Ekonomi di Tahun 2020 Meningkat Hingga 7 Persen

Sebarkan artikel ini
SEMARANG, Kebumen24.com – Otoritas Jasa Keuangan menyiapkan lima kebijakan strategis 2020 yang diharapkan bisa mewujudkan ekosistem jasa keuangan berdaya saing dan berperan optimal dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Hal itu disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa, pada acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020, dengan tema “Ekosistem Keuangan Berdaya Saing Untuk Pertumbuhan Berkualitas”, di Grand Ballroom, Hotel PO Jalan Pemuda, Sekayu, No. 118 Semarang, Selasa 11 Februari 2020.
Kegiatan tersebut dihadiiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto dan Ketua DPRD Jawa Tengah, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, Wali Kota Semarang dan Bupati Se Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut Aman Santosa menyampaikan, di tengah dinamika perekonomian yang tidak kondusif di tahun 2019 patut disyukuri bahwa kinerja ekonomi di Jawa Tengah dan DIY masih terjaga dengan baik. Berdasarkan data di tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan DIY tercatat masing-masing sebesar 5,41% dan 6,60%.  Angka tersebut terbiang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu sebesar 5,02%.
Dijelaskanya, kredit di Jawa Tengah dan DIY tumbuh masing-masing 7,05% dan 6,65%, sedangkan DPK tumbuh masing-masing sebesar 6,99% dan 6,53%. Menurutnya, pertumbuhan kredit dan DPK di Jawa Tengah tersebut berada di atas pertumbuhan perbankan nasional yang tumbuh masing-masing sebesar 6,08% dan 6,54%. Selain itu Intermediasi perbankan di Jawa Tengah juga optimal, sebagaimana rasio LDR yang mencapai 97,47%. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa kondisi likuiditas di Jawa Tengah masih terjaga dengan baik.
Untuk itu OJK sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Daerah yang telah sepakat untuk melakukan merger 27 Badan Kredit Kecamatan (BKK) yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah menjadi 1 BPR. BPR hasil merger ini akan memiliki total aset sekitar Rp2,36 triliun dan menjadi salah satu BPR terbesar se-Jawa Tengah (ke-2), atau salah satu BPR terbesar milik Pemda se-Indonesia (ke-2), dan salah satu BPR terbesar se-Indonesia (ke-7).

 ‘’ Semoga kedepan bisa terus tumbuh dan berkembang,’’ucapnya.

Lebih jauh pihaknya menjelaskan, bahwa dalam 2 bulan pertama, telah dilakukan 1.413 kegiatan edukasi dan terjadi pembukaan rekening baru sebanyak 190.177 rekening.  Atas pencapaian tersebut, Provinsi Jawa Tengah mendapat penghargaan sebagai Provinsi Terbaik Penggerak Program Inklusi Keuangan di Bidang Pendidikan. Selain itu, TPAKD Kabupaten Kebumen dan Kota Surakarta mendapatkan penghargaan sebagai TPAKD terbaik untuk kategori Inovasi Pembiayaan Mikro Berbiaya Rendah bagi UMKM pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD tanggal 10 Desember 2019.
Sementara itu, menurut Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyatakan, pertumbuhan perbankan di Wilayah Jateng relative baik. Hal itu menunjukan perekonomian kedepan akan semakin maju dan berkembang. Terlebih dengan adanya penyatuan BKK ini tentu dapat mengangkat perekonomian di tingkat bawah guna menyukseskan pertumbuhan perekonomian dengan target 7 persen.

“Dengan ini diharapkan bisa mengangkat perekonomian tingkat bawah, dan pertumbuhan perekonomian dengan target 7 persen bisa terwujud” ucap Gubernur. (K24/T)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.