Uncategorized

Merasa Arah Pandangan Politik Berbeda, Teguh Purnomo Pilih Mundur di Penjaringan PDIP

1042
×

Merasa Arah Pandangan Politik Berbeda, Teguh Purnomo Pilih Mundur di Penjaringan PDIP

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com- Salah satu kandidat bakal calon Bupati yakni Teguh Purnomo memilih mundur dari kontestasi penjaringan yang dilakukan oleh PDIP. Pengunduruan diri Teguh yang merupakan sosok advokat lantaran merasa arah pandangan politik tidak sejalan dalam memerangi korupsi dan Pilkada bersih dari politik uang.

Dengan diantar tim pendukungnya Teguh Purnomo untuk Kebumen (Tepuk) bersama Teman Grab Kebumen, Petani Urut Sewu serta simpatisan lain. Pengunduran diri Teguh Purnomo disampaikan langsung dihadapan pengurus partai berlambang banteng dengan mendatangi gedung DPC PDIP di Jalan Sarbini Kebumen.


“Intinya bahwa hari ini kami dari Tim Tepuk menyatakan sikap yang tegas dan dipertimbangkan, TP (Teguh Purnomo-red) sudah bulat mengambil sikap mengundurkan diri srcara terbuka dari proses tahapan penjaringan,” ujar Ketua Tim TePuK Muchammad Fandi Yusuf saat ditemui awak media, Selasa 21 Januari 2020.


Lebih lanjut, bahwa dalam proses atau dinamika politik yang berkembang baik di skala regional maupun nasional, Ia beranggapan, arah politik PDIP tidak selaras dengan pandangan politik Tim Tepuk yang mengusung politik bersih, santun, anti korupsi dan pelanggaran hukum.


 “Karena dulu datang mengambil berkas yang baik kita mundur pun dengan cara yang baik itu salah satu kita tunjukan beretika politik yang baik. Kami tetap mengdepankan etika politik yang sopan dan bipolar,” jelasnya.


Tim Tepuk memandang dorongan kuat dalam mengusung serta mendukung Teguh Purnomo untuk maju sebagai bakal calon Bupati Kebumen mengingat sosoknya yang memiliki integritas tinggi dan memiliki rekam jejak yang baik. Berbeda, kata Yusuf, ketika mengamati gejolak politik yang terjadi saat ini yang berkaitan dengan PDIP yang menurutnya sangat memprihatinkan dan membuat kecewa.

Sebab, PDIP yang identik sebagai partai wong cilik dan dikenal partai anti korupsi selama ini tetapi seolah-olah menunjukan kurang mendukung terhadap penegakan hukum terkait korupsi yang ada. Hal itu tidak sesuai dengan visi misi tujuan terbentuknya Tim Tepuk yang dilatarbelakangi oleh keinginan masyarkat arus bawah yang menginginkan agar ada Balon Bupati Kebumen yang bersih dan anti pelanggaran.

“Maka dengan ini kami Tim Tepuk menyatakan secara resmi mengundurkan diri sebagai Balon Bupati dari PDIP,” tuturnya.


Sementara Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPC PDI Perjuangan Kebumen Arembono meyampaikan, menanggapi terkait pengunduran diri Teguh Purnomo, pihaknya tetap menghargai langkah politiknya.

 “Kami sudah melaksanakan penjaringan dari awal tetapi mundur, dia memang memiliki hak karena saat ini prosesnya sudah di DPP. Ini merupakan sebuah proses ya, ada yang mundur dan bertahan dan kami tetap menghargai Pak Teguh,” terangnya.


Terkait proses pemberantasan korupsi yang tidak sesuai dengan visi misi yang dibawa Teguh Purnomo bersama Tim. Arembono menegaskan, PDIP mendukung sepenuhnya pemberantasan korupsi mulai tingkat daerah hingga nasional.

“Apapun yang terjadi baik secara nasional dan daerah kami tetap mendukung pemberantasan korupsi,” tandasnya.


Ia menyebutkan, dari 15 kandidat Balon baik Bupati maupun Wakil Bupati, saat ini masih tersisa 12 Balon. Adapun tiga yang telah mundur yakni Sujud Sugiarto, Herwin Kunadi dan disusul Teguh Purnomo. 


“Rekomendasi turun yang pasti ditunjukan kepada semua yang mengikuti proses tahapan penjaringan. Kalau yang keluar tiba-tiba tidak mengikuti tahapan maka akan menciderai yang telah mendaftar dari awal,” pungkasnya. (K24/Hfd)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.