Pendidikan

Siapkan Perias Mahir, LKP Ngesti Utomo Fasilitasi Uji Kompetensi

1652
×

Siapkan Perias Mahir, LKP Ngesti Utomo Fasilitasi Uji Kompetensi

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com- Ditengah melesatnya dunia modeling serta tata rias, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Ngesti Utomo menjembatani para calon perias pemula untuk mengikuti uji kompetensi.
Bertempat di Pendopo Kelurahan Panjer, sedikitnya 30 peserta menjalani uji kompetensi baik teori maupun praktek. Dari 30 peserta itu, 20 diantaranya merupakan peserta dari Program Kecakapan Kerja (PKK) Kementerian Pendidikan. Sementara 10 lainnya merupakan peserta reguler.

 “Hari ini kita ada Uji Kompetensi yang sebelumnya kita latih selama 40 hari sejak 25 November tahun lalu hingga 10 januari ini,” kata Ketua Paguyuban Ngesti Utomo, Rila Martini, Jumat 10 Januari 2020.

Sebelum dilaksanakan uji kompetensi, materi yang disampaikan meliputi merias pengantin putri khas Solo serta keterampilan pendukung lainnya.

 “Kita beri materi juga praktik bagaimana merias, make up, berbusana pengantin Solo. Ada juga ketrampilan membuat janur, sanggul dan meronce kembang melati,” ucapnya.

Uji kompetensi yang diikuti peserta berusia 16-35 tahun itu dibatasi durasi waktu selama tiga jam dengan penilaian dari segi materi maupun praktek. Selain dibekali ilmu mengenai tata cara merias pengantin, para peserta juga diberikan modul sebagai bahan pembelajaran serta peralatan make up.

“Gratis tanpa pungutan biaya, pulang dari sini kita beri bahan untuk latihan dirumah,” tuturnya.

Menurut Rila, selain menambah keterampilan dibidang tata rias, uji kompetensi dinilai sebagai jawaban ditengah persaingan yang semakin ketat antar para perias pengantin. Sebab, seiring berkembangnya zaman, permintaan pasar juga turut berkembang.

 “Adanya uji kompetensi ini semoga dapat menjadi perias yang madiri dan berkompeten serta meningkatkan kesejahteraan keluarga,” imbuhnya.
 

Pada kesempatan itu, salah satu Penguji dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Tata Rias Pengantin yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan, Rita Trisulo mengungkapkan, hasil penilaian dari keseluruhan peserta dapat diambil kesimpulan secara garis besar bahwa mayoritas telah memahami materi yang telah disampaikan. Hasil praktek pun hampir mencakupi seluruh kaidah tata rias.

“Hasilnya sudah bagus, walaupun ada satu atau dua yang perlu ditelateni lagi, karena merias itu tidak cukup latihan satu kali saja,” jelasnya.

Saat ini, sebut Rita, di Indonesia terdapat sedikitnya 125 jenis rias pengantin. Diambilnya jenis rias pengantin khas Solo sebagai bahan uji kompetensi. Menurutnya, rias pengantin tersebut cukup kompleks bahan ajarnya serta sedang banyak diminati sebagian kalangan masyarakat.

 “Sedang digandrungi, sekarang banyak bermunculan yang berfokus pada make up. Tapi kalau rias Solo itu sudah pakai pakem tidak asal-asalan,” pungkasnya. (K24/Hfd)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.