Lingkungan HidupPERISTIWA

Masa Tanam Molor Panjang, Petani Diminta Manfaatkan Bantuan Mesin Pertanian

1042
×

Masa Tanam Molor Panjang, Petani Diminta Manfaatkan Bantuan Mesin Pertanian

Sebarkan artikel ini
FOTO LAHAN PERSAWAHAN 

KEBUMEN, Kebumen24.com-  Datangnya musim penghujan yang baru saja mengguyur beberapa pekan lalu, begitu dirasakan dampaknya oleh para petani di Kebumen. Tidak sedikit lahan pertanian yang mengalami keterlambatan masa tanam.
Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kebumen Ifah Ismatul Banat mengatakan, masa tanam yang sedianya telah dimulai pada November 2019 lalu. Namun, lantaran ketersediaan sumber air yang belum mencukupi menyebabkan masa tanam molor. Untuk itu, pihaknya mendororong adanya pemanfaatan pompa bantuan pemerintah yang sudah diberikan kepada kelompok tani di sejumlah wilayah. Sehingga bisa segera tanam.

“Dengan upaya tersebut sudah ada yang tanam pada Desember 2019,” katanya, baru baru ini

Mengacu data yang ada, untuk wilayah yang sudah memasuki masa tanam pada Desember 2019 iseluas 4.416 hektare dari 42.478 hektare lahan pertanian di Kebumen. Sementara itu, belum meratanya tanam di Kebumen karena sumber air masih kering. Sehingga, keberadaan pompa air bantuan dari pemerintah belum difungsikan.

“Pompa memang ada, sumur bor juga ada. Tapi lha wong sumber airnya masih kering. Jadi belum pada mulai tanam,” kata Suryadi, warga Karanganyar.
 

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kebumen Daijin menyampaikan, selain diberikan alat mesin pertanian (Alsintan) ada pula bantuan berupa pompa air yang sudah didistribusikan dengan ukuran 6 inchi dan tiga inchi guna mambantu para petani dalam mengelola lahan serta mengembangkan dan meningkatkan produktivitas disektor pertanian.

 “Bantuan dari pemerintah pusat yang satu paket dengan sumur bor itu mestinya bisa dimanfaatkan untuk menghadapi masa tanam I ini. Hanya saja kendalanya memang sumber airnya masih kering. Mudah-mudahan segera bisa diatasi,” terangnya.

Bantuan yang dinamakan pompanisasi itu telah disalurkan di Desa Sangubanyu Kecamatan Buluspesantren dan Desa Purwodadi Kecamatan Kuwarasan. Ada juga bantuan pembuatan jaringan irigasi air tanah (JIAT) di tengah sawah. Masing-masing desa mendapatkan rata-rata 18 titik dan satu pompa air. Meski belum seluruhnya mendapat bantuan, Desa yang telah mendapatkan diantaranya Desa Setrojenar Kecamatan Buluspesantren, Desa Tanjungseto Kecamatan Kutowinangun, Desa Kuwaru Kecamatan Kuwarasan, Desa Rowo Kecamatan Mirit dan Desa Srusuk Jurutengah Kecamatan Puring.
Belum lama ini, Pemerintah Kabupaten Kebumen juga menerima bantuan hibah alat mesin pertanian (Alsintan) dari Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Bantuan hibah itu berupa 163 unit Alsintan yang berasal dari APBN 2019 itu berupa hand spayer sebanyak 80 unit yang diberikan kepada 20 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang tersebar di 13 Kecamatan. Pompa air sebanyak 14 unit untuk 14 Gapoktan di tujuh Kecamatan, cultivator atau pembajak tanah pekarangan sebanyak delapa  unit untuk delapan Gapoktan di empat Kecamatan, power tresher atau perontok padi sebanyak 10 unit diberikan 10 Gapoktan di enam Kecamatan, corn sheller atau perontok jagung sebanyak 10 unit diberikan 10 Gapoktan di lima kecamatan serta traktor roda dua sebanyak 30 unit.
Sementara Wakil Ketua Komisi B DPRD Kebumen Agus Khamim menyampaikan, keterlambatan masa tanam dirasakan petani di wilayah Kebumen bagian barat khususnya dari Gombong hingga Kuwarasan. Agus Khamim yang tinggal di Kuwarasan itu pun perihatin dengan kondisi yang dialami petani. Sebab, menurutnya pasokan air irigasi dari Waduk Sempor belum mengalir.

“Kita ketahui irigasi Waduk Sempor tidak mencukupi karena mengalami sedimentasi dan perlu diperbaiki,” ungkapnya.(K24/HFD)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.