KEBUMEN, Kebumen24.com – Sejumlah pedagang beras di Pasar Tradisional Kabupaten Kebumen, mengeluhkan sepinya pembeli sehingga berdampak terhadap omzet penjualan yang menurun hingga 25 persen dibanding biasanya. Para pedagang memperkirakan, sepinya konsumen karena stok beras lokal melimpah dan tidak terpengaruh terhadap kemarau panjang yang terjadi bebera waktu lalu.
Hal itu di utarakan H. Suroso, salah satu pedanga Beras di Pasar Tumenggungan Kebumen, Minggu 1 Desember 2019, saat ia tengah berjualan di toko miliknya. Menurutnya, musim kemarau panjang seharusnya banyak konsumen untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya. Namun, pada kenyataannya penjualan beras sepi pembeli.
“Mungkin karna stok beras masih melimpah, makanya beberapa bulan terkhir ini penjualan sepi, dalam sehari paling paling sekitar 500 hingga 1000 kilo lah yang terjual, itu jauh menurun dibanding sebelumnya yang bisa mencapai 1500 kilo setiap hari,” ucap H. Suroso.
Dijelaskan Suroso, untuk Saat ini harga beras berbagai jenis medium dan premium mengalami penurunan akibat melimpahnya beras lokal. Bahkan, harga beras sejak beberapa bulan terkahir terbilang sangat murah dan terjangkau oleh masyarakat, yakni berkisar Rp 9000 hingga Rp 10,000 perkilonya. Kendati begitu, ternyata tidak juga mempengaruhi meningkatnya daya beli komsumen.
“ Padahal harga sekarang murah, tapi pembeli masih sepi juga, ya mudah mudahan cepet kembali normal, apa lagi bentar lagikan musim penghujan dan perayaan natal tahun baru, pasati banyak masyarakat butuh,” pungkas Suroso. (K24/THR)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















