PendidikanPRESTASI

Saffa Anggita Auliya, Siswi SMAN 1 Kutowinangun Raih Prestasi Lewat Bahasa dan Sastra Jawa

×

Saffa Anggita Auliya, Siswi SMAN 1 Kutowinangun Raih Prestasi Lewat Bahasa dan Sastra Jawa

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kecintaan terhadap bahasa dan sastra Jawa mengantarkan Saffa Anggita Auliya, siswi kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, menorehkan sejumlah prestasi di bidang seni dan budaya. Melalui kemampuan berbahasa Jawa, mendongeng hingga menulis karya sastra, Saffa menunjukkan bahwa bahasa daerah tetap memiliki tempat istimewa di kalangan generasi muda.

Saffa dikenal memiliki beragam bakat, mulai dari berbicara menggunakan bahasa Jawa krama dengan fasih, mendongeng, menulis cerita cekak (cerkak) dan geguritan, hingga menulis serta membaca aksara Jawa. Tak hanya itu, ia juga memiliki kemampuan dalam seni karawitan yang semakin melengkapi kecintaannya terhadap budaya Jawa.

Sejumlah prestasi berhasil diraihnya melalui berbagai kompetisi. Pada 2024, Saffa berhasil meraih Juara 1 Lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Kebumen cabang menulis cerkak. Prestasi tersebut membawanya melangkah ke tingkat provinsi dengan mengikuti lomba menulis cerkak yang diselenggarakan di Kabupaten Jepara pada tahun yang sama.

Prestasi lainnya diraih pada 2026. Saffa berhasil menjadi Juara 1 lomba mendongeng bahasa Ngapak yang diselenggarakan di Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen. Sebelumnya, pada 2022, ia juga pernah meraih Juara 3 lomba menulis aksara Jawa.

Di luar kegiatan sekolah dan perlombaan, Saffa memiliki hobi menulis dan bercerita. Kedua kegemaran tersebut menjadi ruang baginya untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengasah kemampuan dalam mengolah bahasa dan menyampaikan cerita kepada orang lain.

Berbagai prestasi yang diraihnya menjadi bukti bahwa bahasa dan sastra daerah dapat menjadi bidang yang menarik untuk dikembangkan oleh generasi muda. Kemampuan Saffa dalam menguasai berbagai aspek budaya Jawa juga menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam menjaga dan mengenalkan warisan budaya kepada generasi berikutnya.

Melalui bakat dan prestasinya, Saffa menjadi salah satu contoh pelajar yang mampu mengembangkan potensi diri sekaligus mencintai budaya daerah. Kiprahnya diharapkan dapat menginspirasi pelajar lainnya untuk terus berkarya, berprestasi, dan tidak melupakan bahasa serta budaya lokal. (K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.