Pendidikan

Perluas Pengabdian Lintas Negara, 28 Mahasiswa IAINU Kebumen KKN di Malaysia

×

Perluas Pengabdian Lintas Negara, 28 Mahasiswa IAINU Kebumen KKN di Malaysia

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sebanyak 28 mahasiswa Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia pada 2–28 November 2026. Program ini menjadi langkah strategis kampus dalam memperluas pengalaman mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat internasional.

Para mahasiswa tersebut terdiri atas 23 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan lima mahasiswa Fakultas Syariah, Ushuluddin, dan Dakwah. Mereka akan ditempatkan di 10 lokasi di Malaysia untuk melaksanakan berbagai program pengabdian di bidang pendidikan, keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Dekan Fakultas Tarbiyah sekaligus pendamping KKN Internasional, Dr. Umi Arifah, M.M., mengatakan, program ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan akademik dan keterampilan mereka di lingkungan pendidikan internasional.

Menurutnya, mahasiswa IAINU Kebumen memiliki kompetensi dan kesiapan untuk terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran di Malaysia. Pengalaman tersebut sekaligus membuktikan bahwa kemampuan mahasiswa dapat dikembangkan dan diterapkan dalam konteks pendidikan lintas negara.

“Melalui KKN Internasional ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kemampuan akademik, pedagogik, dan sosial mereka secara langsung. Mereka tidak hanya belajar di ruang perkuliahan, tetapi juga mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dalam lingkungan pendidikan dan masyarakat yang berbeda,” jelasnya.

Umi berharap, pengalaman tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa, memperluas wawasan global, serta membangun kemampuan beradaptasi dengan keragaman budaya dan sistem pendidikan.

Sementara itu, pendamping KKN Internasional, Dr. Siti Fatimah, M.Pd., menjelaskan bahwa mahasiswa akan menjalankan berbagai program yang berorientasi pada penguatan pendidikan dan nilai-nilai keindonesiaan bagi peserta didik.

Kegiatan tersebut meliputi pembelajaran, pendampingan peserta didik, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pengenalan budaya dan identitas bangsa Indonesia.

Mahasiswa juga akan memperoleh pengalaman dalam memahami karakteristik peserta didik, pola pembelajaran, serta dinamika pendidikan masyarakat Indonesia yang tinggal di Malaysia.

“Kami berharap mahasiswa dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik almamater, serta menunjukkan sikap profesional, disiplin, dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Kehadiran mahasiswa harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lembaga pendidikan tempat mereka mengabdi,” ungkapnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAINU Kebumen, Dr. Fikria Najitama, M.S.I., menyampaikan bahwa program KKN Internasional ini merupakan hasil kerja sama antara LPPM IAINU Kebumen dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia.

Ia mengungkapkan, program pengabdian internasional tersebut bukanlah kegiatan baru bagi IAINU Kebumen. Hingga pelaksanaan tahun ini, program pendampingan dan pengabdian mahasiswa di Malaysia telah berlangsung sebanyak lima kali.

Menurut Fikria, keberlanjutan program tersebut menjadi bukti komitmen kampus dalam mengembangkan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi internasional.

“Bahkan, IAINU Kebumen merupakan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama pertama yang melaksanakan kegiatan pendampingan dan pengabdian mahasiswa di Malaysia melalui program ini. Ini menjadi capaian penting sekaligus bukti komitmen IAINU Kebumen dalam mengembangkan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi internasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengabdian kepada masyarakat tidak harus dibatasi oleh wilayah administratif negara. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kontribusi keilmuan dan sosial di mana pun masyarakat membutuhkan pendampingan.

Selain menjadi sarana pengabdian, KKN Internasional juga merupakan bagian dari strategi internasionalisasi kampus. Program ini diharapkan dapat memperkuat jejaring kelembagaan, meningkatkan kompetensi mahasiswa, serta membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Ke depan, kami berharap kerja sama ini dapat terus dikembangkan, tidak hanya dalam bentuk KKN, tetapi juga pertukaran mahasiswa, kolaborasi dosen, penelitian bersama, publikasi ilmiah, dan program pengabdian internasional yang berkelanjutan,” tambahnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.