TransportasiWisata

Denyut Jalur Selatan: Kereta Api dan Geopark UNESCO Dongkrak Pariwisata Kebumen

×

Denyut Jalur Selatan: Kereta Api dan Geopark UNESCO Dongkrak Pariwisata Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com — Pariwisata Kabupaten Kebumen kian menunjukkan potensi besar seiring meningkatnya mobilitas wisatawan dan penguatan konektivitas transportasi. Keberadaan jalur kereta api serta pengakuan Geopark Kebumen dalam jaringan UNESCO Global Geoparks menjadi dua faktor yang membuka peluang bagi daerah ini untuk berkembang sebagai destinasi wisata, bukan sekadar wilayah lintasan di jalur selatan Jawa.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kebumen, jumlah perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) ke Kebumen mencapai 2,77 juta hingga Agustus 2025. Sementara itu, data operasional PT KAI Daop 5 Purwokerto menunjukkan volume penumpang kereta api antarkota tumbuh lebih dari 14 persen secara tahunan (year-on-year).

Peningkatan tersebut menunjukkan pentingnya konektivitas transportasi dalam mendukung mobilitas masyarakat, termasuk wisatawan yang ingin menikmati berbagai destinasi di Kebumen. Kereta api menawarkan alternatif perjalanan yang praktis bagi pelancong dari berbagai daerah, terutama untuk perjalanan singkat maupun liburan akhir pekan.

Kemudahan akses transportasi ini turut membuka peluang bagi sektor perhotelan untuk memberikan layanan akomodasi yang mendukung kebutuhan wisatawan selama berada di Kebumen.

Salah satunya Mexolie Hotel yang berlokasi di sisi timur Stasiun Kebumen. Letaknya yang strategis memberikan kemudahan bagi tamu yang datang menggunakan kereta api untuk menjangkau penginapan tanpa harus menempuh perjalanan jauh dari stasiun.

General Manager Mexolie Hotel, Setiawan Hadi Saputro, yang akrab disapa Wawan, menyampaikan keterangannya pada Selasa (27/10/2026). Perkembangan pariwisata Kebumen menjadi peluang bagi sektor perhotelan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan pengalaman menginap yang nyaman bagi para tamu.

Mexolie Hotel berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, menghadirkan suasana menginap yang nyaman, serta memenuhi kebutuhan para tamu maupun wisatawan selama berkunjung. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan kesan positif sekaligus mendukung perkembangan pariwisata Kabupaten Kebumen.

Geopark Kebumen, Daya Tarik Wisata Berkelas Dunia

Selain konektivitas transportasi, daya tarik pariwisata Kebumen juga diperkuat oleh keberadaan Geopark Kebumen yang masuk dalam jaringan UNESCO Global Geoparks dengan nama The Mother of Earth.

Kawasan geopark ini mencakup 22 kecamatan dan 374 desa, dengan lebih dari 40 situs geologi purba yang berpadu dengan kekayaan hayati serta budaya lokal. Potensi tersebut menjadikan Kebumen memiliki beragam pilihan wisata alam dan edukasi bagi pengunjung.

Sejumlah destinasi yang menarik untuk dijelajahi antara lain Pantai Menganti dengan panorama tebing dan pasir putihnya, Pantai Karangbolong, Bukit Hud, Goa Jatijajar, Goa Petruk, serta kawasan geologi Karangsambung yang menyimpan jejak lantai samudra purba. Waduk Sempor juga menawarkan suasana perbukitan yang sejuk untuk rekreasi keluarga.

Beragam destinasi tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus mengenal kekayaan geologi Kebumen. Kehadiran geopark juga membuka peluang bagi pengembangan desa wisata, kuliner lokal, serta usaha masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Tingkat Hunian Hotel Mengalami Peningkatan

Potensi pariwisata Kebumen turut tercermin dari data tingkat penghunian kamar (TPK) hotel. Berdasarkan data BPS Kabupaten Kebumen yang tercantum dalam naskah sumber, tingkat penghunian kamar hotel berbintang mencapai 65,58 persen pada Desember 2025, meningkat dari 56,30 persen pada November 2025.

Sementara itu, tingkat penghunian kamar hotel nonbintang naik dari 22,75 persen pada November 2025 menjadi 28,67 persen pada Desember 2025. Secara keseluruhan, tingkat penghunian kamar hotel meningkat dari 30,91 persen menjadi 37,66 persen pada periode yang sama.

Peningkatan tersebut menunjukkan adanya penguatan tingkat hunian perhotelan pada akhir 2025. Ke depan, pengembangan paket wisata terintegrasi dan promosi destinasi lokal dapat menjadi peluang untuk mendorong wisatawan tinggal lebih lama di Kebumen.

Meski demikian, jarak antara pusat kota dan sejumlah destinasi wisata perlu menjadi pertimbangan dalam menyusun agenda perjalanan. Perjalanan dari pusat kota menuju Pantai Menganti atau kawasan gua karst di Kecamatan Ayah, misalnya, berkisar 40–50 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu hingga satu setengah jam.

Karena itu, wisatawan dapat membagi agenda perjalanan menjadi beberapa hari. Hari pertama bisa dimanfaatkan untuk menikmati suasana kota dan mencicipi kuliner khas, seperti nasi penggel dan sate ambal. Hari berikutnya dapat digunakan untuk menjelajahi kawasan geopark dan pesisir selatan tanpa terburu-buru mengejar jadwal kepulangan kereta.

Sinergi Transportasi dan Akomodasi

Perkembangan transportasi kereta api, pengakuan Geopark Kebumen di tingkat internasional, serta keberadaan akomodasi strategis menjadi peluang untuk memperkuat posisi Kebumen sebagai destinasi wisata di jalur selatan Jawa.

Dalam hal ini, Mexolie Hotel berupaya mendukung kebutuhan wisatawan melalui kemudahan akses dan pelayanan yang nyaman selama menginap. Kolaborasi antara sektor transportasi, perhotelan, pengelola destinasi, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

Dengan potensi alam, geologi, budaya, serta dukungan akses transportasi dan akomodasi, Kebumen memiliki peluang untuk terus berkembang sebagai tujuan wisata yang menawarkan pengalaman beragam bagi pengunjung. (K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.