KEBUMEN, Kebumen24.com – Sektor pariwisata Kabupaten Kebumen menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai 3,88 juta orang, meningkat 30,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan Geopark Kebumen dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Upaya pengembangan wisata berbasis kekayaan alam, sejarah, dan kearifan lokal tersebut turut mendapat apresiasi dalam ajang detikJateng-Jogja Awards 2026. Bupati Kebumen Lilis Nuryani menerima Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Pengembangan Wisata Geopark dan Kearifan Lokal di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026).
Bupati Lilis Nuryani menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kebumen sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi pariwisata daerah.
“Penghargaan detik Award ini merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Kebumen, sekaligus motivasi untuk mengembangkan Geopark Kebumen sebagai penggerak ekonomi daerah berbasis kekayaan alam, sejarah, dan kearifan lokal,” ujar Lilis.
Menurutnya, pengembangan geopark tidak cukup hanya mengandalkan promosi destinasi. Potensi wisata perlu dikelola secara berkelanjutan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar kawasan wisata.
Meningkatnya jumlah wisatawan membuka kesempatan bagi berbagai sektor usaha, mulai dari pengelola destinasi, penginapan, kuliner, jasa pemandu wisata, hingga perajin produk lokal. Jika dikelola secara optimal, aktivitas pariwisata dapat menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas dan membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat.
Peluang tersebut diperkirakan semakin besar seiring rencana penyelenggaraan sejumlah kegiatan berskala internasional di Kebumen. Salah satunya konferensi geosains yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027 dengan melibatkan peserta dari 60 negara.
Kehadiran peserta dari berbagai negara berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap akomodasi, konsumsi, transportasi, jasa wisata, serta produk unggulan daerah. Kondisi ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas pasar.
Karena itu, kesiapan masyarakat dan pelaku usaha menjadi faktor penting agar momentum kegiatan internasional tidak hanya meningkatkan popularitas Kebumen, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang dirasakan secara langsung.
Dari sisi penerimaan daerah, sektor pariwisata Kebumen juga menunjukkan aktivitas ekonomi yang cukup besar. Hingga Agustus 2026, realisasi pendapatan retribusi pariwisata tercatat mencapai Rp1,99 miliar dari target tahunan sebesar Rp9,02 miliar.
Angka tersebut menunjukkan masih adanya ruang untuk mengoptimalkan pengelolaan destinasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mengembangkan daya tarik wisata yang mampu mendorong kunjungan dan belanja wisatawan.
Namun, peningkatan jumlah kunjungan dan pendapatan retribusi perlu diimbangi dengan strategi pengembangan yang terarah. Pemerintah daerah, pengelola destinasi, komunitas, dan pelaku usaha perlu membangun kolaborasi agar manfaat pariwisata dapat tersebar lebih merata.
Di sisi lain, pelestarian lingkungan dan warisan geologi tetap harus menjadi perhatian utama. Pengembangan geopark perlu menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata, perlindungan alam, pelestarian sejarah, dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan potensi kunjungan wisatawan yang terus tumbuh, Geopark Kebumen diharapkan tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga mampu berkembang sebagai penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














