Pendidikan

20 Relawan dan Satu Staf PMI Kebumen Ikuti Sertifikasi BNSP Pertolongan Pertama

×

20 Relawan dan Satu Staf PMI Kebumen Ikuti Sertifikasi BNSP Pertolongan Pertama

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sebanyak 20 relawan dan satu staf Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen mengikuti sertifikasi kompetensi sebagai Pelaksana Utama Pertolongan Pertama yang diselenggarakan pada Minggu, 25 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia PMI agar semakin profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sertifikasi tersebut dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) PMI Kabupaten Kebumen dan dibuka langsung oleh Pengurus PMI Kabupaten Kebumen Bidang Relawan, M. Muslim Mustofa.

Dalam sambutannya, Muslim Mustofa berharap kegiatan sertifikasi ini dapat melahirkan relawan dan staf PMI yang berkualitas, kompeten, serta profesional sesuai standar kompetensi yang berlaku.

Ia menegaskan, sertifikasi menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kemampuan personel PMI tetap terjaga dan mampu mengikuti perkembangan zaman, khususnya dalam memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Teman-teman relawan kali ini akan mengikuti sertifikasi. Saya yakin kalian semua mampu karena memiliki bekal ilmu yang mumpuni. Sertifikasi ini penting agar PMI Kebumen dapat menciptakan relawan dan karyawan yang berkualitas, kompeten, profesional, mengikuti perkembangan zaman, serta sesuai dengan standar pelatihan,” ujar Muslim Mustofa.

Sebelum mengikuti uji kompetensi, para peserta terlebih dahulu menjalani pelatihan penyegaran pertolongan pertama pada 21–24 Oktober 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memantapkan pengetahuan dan keterampilan peserta sebagai bekal menghadapi proses sertifikasi.

Untuk memastikan pelaksanaan uji kompetensi berjalan sesuai ketentuan, PMI Kebumen menghadirkan dua asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yakni Miftakhul Huda dan Wuri Widiyanti.

Kehadiran asesor diharapkan dapat memastikan kemampuan peserta dinilai berdasarkan standar kompetensi yang telah ditetapkan, sehingga hasil sertifikasi dapat menjadi tolok ukur profesionalitas dalam menjalankan tugas pertolongan pertama.

Sementara itu, salah satu peserta, Maulana Megantara, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti sertifikasi tersebut. Ia berharap dapat dinyatakan kompeten sehingga memiliki pengakuan kompetensi yang mendukung tugasnya sebagai pelaksana pertolongan pertama.

“Saya merasa sangat senang dan bersyukur bisa mengikuti sertifikasi kali ini. Saya berharap bisa lolos dan mendapatkan pengakuan kompetensi, khususnya sebagai pelaksana pertolongan pertama. Semoga ilmu dan keterampilan yang dimiliki dapat semakin bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Maulana.

Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Kebumen diharapkan semakin mampu meningkatkan kapasitas relawan dan stafnya, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan pertolongan pertama bagi masyarakat dalam berbagai situasi darurat.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.