Pendidikan

Bekal Menuju Olimpiade PMR 2026, 622 Anggota PMR se-Kebumen Ikuti UKT

×

Bekal Menuju Olimpiade PMR 2026, 622 Anggota PMR se-Kebumen Ikuti UKT

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sebanyak 622 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari 66 sekolah di Kabupaten Kebumen mengikuti Uji Kecakapan Terampil (UKT) yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan anggota PMR sekaligus upaya meningkatkan keterampilan pertolongan pertama.

Kegiatan yang berlangsung di GOR SMK Ma’arif 1 Kebumen tersebut diikuti peserta dari tiga jenjang, yakni PMR Mula tingkat SD sederajat sebanyak 38 peserta, PMR Madya tingkat SMP sederajat sebanyak 377 peserta, serta PMR Wira tingkat SMA sederajat sebanyak 207 peserta.

UKT dibuka langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Kebumen, Sabar Irianto. Dalam sambutannya, ia berharap seluruh anggota PMR mampu menerapkan Tri Bhakti PMR dalam kehidupan sehari-hari serta tumbuh menjadi generasi relawan yang tangguh dan peduli terhadap sesama.

“Menjadi anggota PMR artinya harus siap menjadi relawan masa depan yang tangguh dengan menerapkan Tri Bhakti PMR. Tri Bhakti PMR meliputi meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti di masyarakat, serta mempererat persahabatan nasional dan internasional,” ujar Sabar Irianto.

Ia menegaskan, keikutsertaan dalam PMR tidak hanya sebatas mengikuti kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan kesiapsiagaan dalam membantu masyarakat.

Sementara itu, pengurus Forum Pembina PMR, M. Nasikhin, menjelaskan bahwa UKT merupakan bagian dari siklus pembinaan anggota PMR. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mengukur kemampuan serta memberikan pengakuan dan penghargaan atas keterampilan yang telah dikuasai peserta sesuai jenjangnya.

“Dari kegiatan ini, tentunya sekaligus kita maknai sebagai bagian dari siklus pembinaan serta pemberian pengakuan dan penghargaan bagi setiap anggota PMR, baik tingkat Mula, Madya maupun Wira,” ungkap Nasikhin.

Lebih lanjut, Nasikhin menyampaikan bahwa UKT kali ini juga menjadi tahapan awal bagi anggota PMR yang ingin mengikuti Olimpiade PMR pada November 2026 mendatang.

Menurutnya, peserta harus terlebih dahulu mengikuti UKT sebagai salah satu persyaratan untuk melanjutkan ke ajang tersebut. Karena itu, para anggota diharapkan terus belajar dan memperdalam pengetahuan kepalangmerahan agar mampu bersaing pada kompetisi berikutnya.

“Bagi adik-adik PMR yang kali ini mengikuti UKT, ini menjadi tiket awal untuk mengikuti Olimpiade PMR. Peserta yang mengikuti olimpiade harus mengikuti UKT terlebih dahulu. Setelah ini, harus terus belajar dan menambah pengetahuan agar bisa lolos sampai Olimpiade PMR bulan November mendatang,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta UKT harus menyelesaikan empat pos pengujian yang mengukur pengetahuan dan keterampilan dasar pertolongan pertama.

Pos pertama menguji pemahaman tentang anatomi dan faal tubuh. Pos kedua berfokus pada penilaian penderita, pos ketiga menguji pengetahuan mengenai cedera jaringan lunak, sedangkan pos keempat membahas cedera jaringan otot dan rangka.

Materi pertolongan pertama menjadi fokus utama dalam UKT kali ini. Peserta tidak hanya diuji secara teori, tetapi juga diwajibkan mempraktikkan keterampilan secara langsung, termasuk teknik pembalutan untuk menangani cedera.

Melalui praktik tersebut, anggota PMR diharapkan mampu memahami langkah-langkah dasar pertolongan pertama secara tepat dan meningkatkan kesiapan ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan pengumuman hasil UKT. Seluruh peserta dinyatakan lolos dan mendapatkan sertifikat serta penyematan pin sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang telah mereka capai.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.