SEMARANG, Kebumen24.com – Prestasi membanggakan ditorehkan tim sepak takraw putri Kabupaten Kebumen pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Tim kebanggaan masyarakat Kebumen itu berhasil membawa pulang satu medali emas dan satu medali perunggu.
Keberhasilan tersebut mendapat sambutan hangat dari jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kebumen. Para atlet, pelatih, dan ofisial disambut langsung di Hotel Candi Indah, Semarang, Minggu, 25 Oktober 2026.
Tambahan dua medali dari cabang olahraga (cabor) sepak takraw turut memperkuat posisi Kontingen Kebumen dalam perolehan medali sementara Porprov Jateng XVII 2026. Hingga Minggu, Kebumen telah mengoleksi tujuh medali, terdiri atas satu emas, dua perak, dan empat perunggu.
Medali emas diraih dari cabor sepak takraw, sedangkan dua medali perak disumbangkan oleh hockey dan sambo. Adapun empat medali perunggu berasal dari selam, sepak takraw, serta dua medali dari cabor sambo.
Ketua KONI Kabupaten Kebumen, Zubair Syamsu, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet dan tim sepak takraw putri yang telah berjuang maksimal hingga mampu mempersembahkan hasil membanggakan bagi daerah.
“Atas nama KONI dan masyarakat Kabupaten Kebumen, kami merasa sangat bangga. Ini capaian yang luar biasa. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas jerih payah para atlet dan tim yang telah mempersembahkan kado istimewa ini,” ujar Zubair.
Tim sepak takraw putri Kebumen diperkuat empat atlet, yakni Hanifatu Ro’su Syaibah, Nisa Nur Fatimah, Nurul Ayomi, dan Sefty Aby Frissendy. Tim ini berada di bawah asuhan pelatih Nuri Tri Jatmoko.
Kapten tim, Nurul Ayomi, mengungkapkan perjuangan timnya saat menghadapi Kabupaten Demak dalam pertandingan final nomor double event. Menurutnya, pertandingan berlangsung sengit, terutama ketika memasuki set kedua di tengah dukungan suporter tuan rumah.
Ayomi mengatakan, tim Kebumen sempat unggul jauh pada set pertama dengan skor 15-2. Namun, situasi pertandingan berubah ketika tekanan dari suporter lawan semakin terasa pada set berikutnya.
“Set pertama kami sempat unggul jauh 15-2. Memasuki set kedua, tekanan dari suporter tuan rumah cukup terasa dan membuat kami agak keteteran. Namun, alhamdulillah kami bisa menjaga fokus hingga akhirnya mengunci kemenangan dan meraih emas,” ungkapnya.
Medali emas tersebut, lanjut Ayomi, dipersembahkan secara khusus untuk keluarga dan orang tua yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan mereka.
Sementara itu, medali perunggu diraih dari nomor beregu. Ayomi menjelaskan, tim Kebumen mampu menunjukkan penampilan konsisten sejak fase grup hingga keluar sebagai juara pool.
Meski demikian, target utama tim memang difokuskan pada nomor double event. Dengan strategi tersebut, mereka bersyukur masih mampu membawa pulang medali perunggu dari nomor beregu.
Ayomi juga berpesan kepada atlet-atlet muda Kebumen agar terus menjaga semangat dan konsistensi dalam berlatih. Menurutnya, prestasi olahraga tidak bisa diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang, kedisiplinan, dan kerja keras.
Pelatih sepak takraw Kebumen, Nuri Tri Jatmoko, mengungkapkan bahwa perjuangan anak asuhnya tidak lepas dari sejumlah tantangan selama kompetisi. Salah satunya adalah keterbatasan jumlah pemain yang dapat dibawa mengikuti pertandingan.
Menurut Nuri, regulasi pembatasan pemain dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuat tim hanya diperbolehkan membawa empat atlet, padahal kebutuhan ideal untuk menghadapi seluruh nomor pertandingan mencapai lima pemain.
Kondisi tersebut membuat stamina para atlet terkuras karena harus bertanding di dua nomor sekaligus. Bahkan, Nurul Ayomi sempat mengalami kram saat pertandingan berlangsung akibat kelelahan dan cuaca lapangan yang cukup panas.
“Dengan hanya membawa empat pemain untuk dua nomor pertandingan, fisik anak-anak sangat terkuras. Di nomor beregu, fisik pemain sudah lelah setelah tampil habis-habisan di final double event. Bahkan Ayomi sempat mengalami kram karena cuaca di lapangan cukup panas,” jelas Nuri.
Kendati menghadapi keterbatasan, tim Kebumen tetap mampu menunjukkan daya saing. Pada nomor beregu, mereka berhasil menundukkan Kabupaten Karanganyar dengan skor 2-0 pada babak perempat final sebelum langkahnya terhenti di semifinal setelah menghadapi tim kuat Kabupaten Kendal.
Nuri menilai capaian pada Porprov Jateng XVII 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan keikutsertaan sebelumnya. Jika pada Porprov terdahulu tim hanya meraih medali perunggu, kali ini mereka berhasil membawa pulang emas dan perunggu sekaligus.
“Secara perolehan hasil, capaian tahun ini jauh meningkat dibanding Porprov sebelumnya. Jika dulu kita hanya meraih medali perunggu, tahun ini kita berhasil menyabet satu emas dan satu perunggu. Hasil ini bahkan menempatkan peta kekuatan sepak takraw Kebumen di jajaran atas Jawa Tengah,” terangnya.
Perjuangan Kontingen Kebumen pada Porprov Jateng XVII 2026 masih berlanjut. Pada Minggu, 25 Oktober 2026, sejumlah atlet Kebumen dijadwalkan bertanding di beberapa cabang olahraga, di antaranya selam laut, pencak silat, dan tinju.
Kabar positif juga datang dari cabor futsal. Tim futsal putra dan putri Kebumen dipastikan melaju ke babak semifinal yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














