KUTOWINANGUN, Kebumen24.com – Dunia pendidikan kejuruan tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran teori di ruang kelas. Pengalaman praktik dan pemahaman terhadap budaya kerja industri menjadi bagian penting dalam menyiapkan siswa agar mampu beradaptasi ketika memasuki dunia kerja.
Hal tersebut menjadi perhatian SMK Muhammadiyah Kutowinangun, khususnya pada program keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Sekolah terus berupaya mendekatkan proses pembelajaran siswa dengan standar dan kebutuhan industri otomotif.
Gambaran mengenai pengelolaan bengkel, standar pelayanan, hingga pentingnya pengalaman kerja di industri menjadi bagian dari liputan khusus yang dilakukan siswa peserta Pelatihan Jurnalistik pada Rabu, 16 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, siswa melakukan wawancara dengan Bapak Asep selaku perwakilan pihak Bengkel TSM. Liputan dilakukan oleh Aditiya Nur Ramadan, salah satu siswa peserta pelatihan jurnalistik.
Program keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor di SMK Muhammadiyah Kutowinangun telah berkembang sejak 2013. Program tersebut dirintis oleh sejumlah guru, di antaranya Pak Kus, Pak Unggul, dan Pak Urip.
Seiring perkembangan sekolah dan kebutuhan pembelajaran, fasilitas bengkel TSM juga mengalami sejumlah perubahan. Bengkel sempat menempati lokasi di sisi barat sebelum kemudian berpindah ke gedung bengkel baru yang lebih representatif dan mendukung kegiatan praktik siswa.
Saat ini, pengelolaan operasional Bengkel TSM berada di bawah koordinasi Wardi Widodo, S.Pd., selaku Kepala Bengkel.
Keberadaan bengkel sekolah tidak hanya menjadi tempat siswa mempelajari teknik perawatan sepeda motor. Lebih dari itu, bengkel menjadi ruang untuk membangun kebiasaan kerja, kedisiplinan, ketelitian, serta tanggung jawab sebelum siswa terjun ke lingkungan industri.
Menurut Asep, pengalaman praktik langsung di dunia industri menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan kompetensi siswa TSM.
Karena itu, siswa tidak hanya mendapatkan praktik di bengkel sekolah, tetapi juga diwajibkan mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau program kerja industri di bengkel-bengkel resmi, termasuk jaringan AHASS.
“Siswa TSM dipersiapkan agar memiliki bekal untuk bekerja di dunia industri. Melalui PKL, mereka tidak hanya belajar mengenai teknik sepeda motor, tetapi juga belajar berkomunikasi dengan konsumen, bekerja secara profesional, dan menjalankan tugas sesuai arahan kepala bengkel maupun mekanik senior,” ujar Asep.
Menurutnya, kemampuan seorang calon mekanik tidak hanya diukur dari keterampilan membongkar dan memperbaiki kendaraan. Sikap kerja, komunikasi, kedisiplinan, serta kemampuan memberikan pelayanan kepada pelanggan juga menjadi bagian penting dalam dunia otomotif.
Dalam kegiatan servis dan perawatan sepeda motor, Bengkel TSM juga mengenalkan siswa pada prosedur kerja yang mengacu pada Buku Pedoman Reparasi (BPR) Honda.
Perawatan kendaraan dilakukan berdasarkan jadwal dan kebutuhan teknis kendaraan. Salah satunya menggunakan acuan jarak tempuh, mulai dari 1.000 kilometer, 2.000 kilometer, 4.000 kilometer, 8.000 kilometer hingga 12.000 kilometer dan seterusnya.
Pada setiap interval servis, terdapat sejumlah komponen yang harus diperiksa. Pemeriksaan dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kendaraan sehingga proses perawatan tidak dilakukan secara sembarangan.
Selain berdasarkan jarak tempuh, perawatan juga mempertimbangkan rentang waktu. Hal ini penting untuk memastikan kendaraan tetap berada dalam kondisi optimal meskipun jarak tempuhnya belum mencapai batas kilometer servis.
Pembelajaran berbasis praktik tersebut memberikan pengalaman bagi siswa untuk memahami bahwa pekerjaan mekanik membutuhkan ketelitian dan tanggung jawab.
Siswa dituntut memahami prosedur kerja, mengenali kondisi kendaraan, menggunakan peralatan dengan benar, serta mengikuti standar keselamatan dan pelayanan.
Bagi siswa TSM, pengalaman di bengkel sekolah dan industri menjadi bekal penting untuk mengenal kondisi pekerjaan secara langsung. Mereka tidak hanya belajar bagaimana sebuah sepeda motor diperbaiki, tetapi juga bagaimana seorang mekanik bekerja secara profesional.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















