KUTOWINANGUN, Kebumen24.com – Kantin sekolah tidak hanya menjadi tempat membeli makanan dan minuman. Di SMK Muhammadiyah Kutowinangun, kantin juga dimanfaatkan sebagai ruang belajar bagi siswa untuk mengenal dunia kewirausahaan secara langsung.
Kegiatan tersebut melibatkan guru dan siswa, khususnya dari jurusan Akuntansi. Melalui aktivitas jual beli sehari-hari, para siswa mendapatkan pengalaman praktis mulai dari melayani konsumen, mencatat transaksi hingga mengelola keuangan.
Salah satu siswa yang mendapat tugas menjaga kantin adalah Ayu, siswi kelas XII Akuntansi A. Saat bertugas, Ayu tidak hanya melayani pembeli, tetapi juga mencatat pesanan, menerima pembayaran serta memastikan kebersihan area kantin tetap terjaga.
Beragam makanan dan minuman tersedia di kantin sekolah. Mulai dari makanan ringan, nasi, gorengan, air mineral hingga sejumlah pilihan minuman lainnya.
Dalam aktivitas pelayanan, Ayu bersama teman-temannya dituntut untuk bekerja cepat sekaligus teliti. Tantangan biasanya muncul ketika sejumlah pembeli datang dalam waktu bersamaan.
Kondisi tersebut membuat pembagian tugas menjadi penting. Para siswa berbagi peran, mulai dari melayani pembeli, mengambil makanan dan minuman hingga menghitung uang hasil transaksi.
Dengan pembagian tugas tersebut, pelayanan dapat berlangsung lebih teratur sekaligus melatih siswa untuk bekerja sama dalam menyelesaikan pekerjaan.
Tidak berhenti pada aktivitas jual beli, kegiatan di kantin juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa Akuntansi untuk menerapkan pengetahuan yang mereka dapatkan di kelas. Mereka belajar menghitung modal, pemasukan, pengeluaran hingga hasil penjualan.
Pengalaman tersebut sekaligus melatih sejumlah sikap penting, seperti ketelitian, tanggung jawab, kedisiplinan dan kemampuan bekerja dalam tim.
Bagi Ayu, keterlibatan dalam pengelolaan kantin memberikan pengalaman berharga karena siswa dapat merasakan secara langsung bagaimana menjalankan aktivitas usaha.
‘’ Semoga kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan, antara lain dengan menambah variasi makanan dan membuat jadwal piket yang lebih teratur,’’ujarnya, Kamis 17 September 2026.
Kegiatan pengelolaan kantin di SMK Muhammadiyah Kutowinangun menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui aktivitas sederhana di lingkungan sekolah, siswa dapat memperoleh pengalaman nyata mengenai pelayanan konsumen, transaksi jual beli, pengelolaan keuangan, kerja sama hingga tanggung jawab.
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















