KEBUMEN, Kebumen24.com – Pembelajaran akuntansi tidak cukup hanya dilakukan melalui teori di dalam kelas. Siswa juga membutuhkan pengalaman praktik agar mampu memahami secara langsung bagaimana proses transaksi dan pengelolaan keuangan berlangsung di dunia kerja.
Hal tersebut menjadi salah satu fungsi keberadaan Bank Mini Sekolah (BMS) di SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Kabupaten Kebumen. Fasilitas tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sekaligus praktik bagi siswa, khususnya dari jurusan Akuntansi.
Hal itu terungkap saat peserta Pelatihan Jurnalistik SMK Muhammadiyah Kutowinangun mengunjungi Bank Mini Sekolah pada Rabu (16/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai pengelolaan dan aktivitas BMS dari Ibu Dwi Agustina Royani.
Menurut Dwi, Bank Mini Sekolah telah beroperasi sekitar tiga hingga empat tahun terakhir atau kurang lebih sejak 2020. BMS tersebut berada di depan Ruang 202, tepatnya di samping ruang guru Akuntansi.
“Bank Mini ini menjadi salah satu sarana praktik siswa untuk mengenal kegiatan perbankan secara langsung,” jelas Dwi, Kamis 17 September 2026.
Dalam operasionalnya, BMS melibatkan siswa jurusan Akuntansi dari kelas X, XI, dan XII secara bergiliran sesuai jadwal piket. Sementara siswa kelas X belum dilibatkan dalam tugas operasional karena masih berada pada tahap awal pembelajaran. Mereka diperkirakan mulai bertugas pada semester kedua.
Melalui BMS, siswa tidak sekadar mempelajari konsep perbankan dan akuntansi secara teoritis. Mereka juga mendapatkan pengalaman melakukan simulasi transaksi secara langsung, mulai dari proses pencatatan hingga pelayanan kepada pengguna layanan.
Sistem transaksi di Bank Mini Sekolah juga telah memanfaatkan teknologi komputer. Pencatatan transaksi tidak lagi sepenuhnya dilakukan secara manual menggunakan tulisan tangan, melainkan menggunakan aplikasi komputer. Hasil transaksi pun dapat dicetak dalam bentuk print-out.
Selain menjadi laboratorium praktik, BMS juga menyediakan layanan menabung bagi siswa maupun guru. Khusus siswa jurusan Akuntansi, kegiatan menabung sekaligus dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan mengelola dan menyisihkan uang.
Menariknya, tabungan tersebut dapat diambil ketika diperlukan dan tidak dikenakan biaya administrasi.
Keberadaan Bank Mini Sekolah menjadi bagian dari upaya SMK Muhammadiyah Kutowinangun menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kondisi dunia kerja. Pengalaman yang diperoleh siswa diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) maupun saat memasuki dunia kerja setelah lulus.
Bagi siswa Akuntansi, BMS bukan sekadar ruangan tempat melakukan transaksi. Lebih dari itu, fasilitas tersebut menjadi ruang belajar untuk melatih ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, pelayanan, serta kemampuan menggunakan teknologi dalam pengelolaan transaksi keuangan.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















