Komunitas

Resmikan Bank Sampah Gemilang di Desa Srati, KKN IAINU Kebumen Sulap Sampah Jadi Sumber Nilai Ekonomi

×

Resmikan Bank Sampah Gemilang di Desa Srati, KKN IAINU Kebumen Sulap Sampah Jadi Sumber Nilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini

AYAH, Kebumen24.com – Sampah rumah tangga tak lagi dipandang sebatas persoalan lingkungan. Di Desa Srati, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAINU Kebumen mendorong warga mengubah sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi.

Gagasan tersebut diwujudkan melalui peresmian Komunitas Bank Sampah Gemilang di wilayah RW 05 Desa Srati, Senin (10/8/2026). Peresmian ditandai dengan pemotongan pita, kemudian dilanjutkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi apabila dilakukan secara terorganisir.

Dalam sosialisasi, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai dampak buruk sampah terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Warga juga diperkenalkan dengan langkah sederhana untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya sehingga sampah yang masih memiliki nilai jual dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan.

Koordinator KKN IAINU Kebumen RW 05 Desa Srati, Kasimin, menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan.

“Kesadaran kolektif tentang pengelolaan sampah dapat menjadi fondasi bagi kenyamanan lingkungan sekaligus penguatan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Sebagai dukungan terhadap operasional bank sampah, mahasiswa KKN menyerahkan satu unit alat pengepres sampah sederhana kepada perwakilan Komunitas Bank Sampah Gemilang. Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu memperkecil volume sampah anorganik sehingga lebih mudah disimpan, diangkut, maupun dipasarkan kepada pengepul.

Komunitas Bank Sampah Gemilang nantinya menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengumpulkan, memilah, dan mengelola sampah rumah tangga yang masih memiliki nilai ekonomis.

Sampah anorganik seperti plastik, kardus, dan logam akan dipisahkan sesuai jenisnya. Sampah tersebut kemudian dapat dipadatkan menggunakan alat pengepres sebelum dijual kepada pengepul. Sementara sebagian material yang memungkinkan juga dapat dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai jual.

“Kami ingin mengurangi sampah yang menumpuk sekaligus memberi kesempatan bagi warga untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna,” kata Kasimin.

Keberadaan bank sampah diharapkan memberikan dampak nyata terhadap kondisi lingkungan Desa Srati. Selain mengurangi potensi penumpukan sampah di sejumlah titik, program tersebut juga diharapkan mampu menjaga kebersihan kawasan permukiman dan mengurangi risiko saluran air tersumbat akibat sampah.

Lebih dari itu, pengelolaan sampah secara bersama-sama diharapkan dapat memperkuat partisipasi warga dan semangat gotong royong. Jika dikelola secara konsisten, bank sampah juga berpotensi berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif berbasis lingkungan di tingkat masyarakat.

Melalui Bank Sampah Gemilang, mahasiswa KKN IAINU Kebumen ingin menanamkan cara pandang baru kepada masyarakat bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah. Dengan pemilahan dan pengelolaan yang tepat, barang yang semula dianggap tidak berguna dapat menjadi sumber manfaat, bahkan tambahan penghasilan bagi keluarga.

Program tersebut sekaligus menjadi langkah kecil untuk membangun budaya hidup bersih sekaligus ekonomi masyarakat yang lebih berkelanjutan dari tingkat rumah tangga.(K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.