Ekonomi

18 Tahun Berjualan, Pedagang Ikan Asin Pasar Tumenggungan Andalkan Pasokan dari Luar Kebumen

×

18 Tahun Berjualan, Pedagang Ikan Asin Pasar Tumenggungan Andalkan Pasokan dari Luar Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Selama hampir 18 tahun berjualan di Pasar Tumenggungan Kebumen, salah satu penjual ikan asin Pasar Tumenggungan Kebumen masih mengandalkan pasokan ikan asin dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan dagangannya. Hingga kini, belum ada pemasok ikan asin dari Kabupaten Kebumen yang memasok ke lapaknya, meski daerah ini memiliki kawasan pesisir yang cukup luas.

Yanto, pedagang ikan asin di Pasar Tumenggungan Kebumen, mengaku mulai berjualan sejak tahun 2008. Di lapaknya, ia menyediakan sekitar 12 jenis ikan asin yang menjadi kebutuhan masyarakat maupun pedagang kecil.

“Di sini ada sekitar 12 jenis ikan asin, di antaranya ikan asin layur, kacangan, udang rebon, teri asin, teri Medan, Semeru, cumi asin, dan beberapa jenis lainnya,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Rabu (12/8/2026).

Beragam jenis ikan asin tersebut dijual dengan harga yang bervariasi. Ikan asin layur dibanderol Rp30.000 per kilogram, ikan asin Semeru Rp35.000 per kilogram, ikan peda Rp50.000 per kilogram, udang rebon Rp60.000 per kilogram, cumi asin Rp80.000 per kilogram, dan teri Medan Rp100.000 per kilogram.

Menurut Yanto, ikan asin layur menjadi komoditas yang paling banyak diminati pembeli. Sebagian besar konsumennya merupakan pedagang kecil yang kembali menjual ikan asin tersebut di warung maupun melalui pedagang sayur keliling.

“Yang paling sering dibeli di sini ikan asin layur. Biasanya pembelinya pedagang kecil untuk dijual lagi di warung atau dibawa tukang sayur keliling,” katanya.

Ia mengungkapkan, seluruh pasokan ikan asin yang dijual didatangkan dari luar Kabupaten Kebumen, seperti Tegal, Brebes, Pekalongan, hingga sejumlah daerah di Jawa Timur.

“Dari Kebumen sendiri malah tidak ada yang memasok ke sini, padahal Kebumen punya kawasan pantai yang luas. Saya kurang tahu apakah ada yang memproduksi ikan asin atau tidak,” ungkapnya.

Dalam sehari, Yanto rata-rata mampu menjual sekitar 30 kilogram ikan asin. Menurutnya, penjualan saat ini tergolong stabil, meski belum seramai beberapa tahun lalu ketika Pasar Tumenggungan masih berstatus sebagai pasar induk yang menjadi pusat perdagangan di Kabupaten Kebumen.

“Kalau dulu penjualan ramai karena ini pasar induk. Sekarang cukup stabil karena masing-masing kecamatan sudah memiliki pasar sendiri, jadi pembeli tidak seramai dulu,” pungkasnya. (K24/Ilham/Agam)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.