KomunitasWisata

Ratusan Mahasiswa dan Warga Semarakkan Pelepasan Tukik Penyu di Pantai Kembar Terpadu Kebumen

65
×

Ratusan Mahasiswa dan Warga Semarakkan Pelepasan Tukik Penyu di Pantai Kembar Terpadu Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Suasana Pantai Kembar Terpadu, Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, dipenuhi semangat kepedulian terhadap lingkungan saat ratusan mahasiswa dan masyarakat mengikuti kegiatan pelepasan tukik penyu, Kamis (30/7/2026). Kegiatan pelepasan tukik keempat sepanjang tahun 2026 tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan satwa yang dilindungi.

Sebanyak 170 ekor tukik yang berasal dari dua sarang dilepas ke habitat alaminya. Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri atas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, mahasiswa KKN IAINU Kebumen, serta masyarakat umum dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar hingga ibu rumah tangga.

Pengelola Pantai Kembar Terpadu, Zahra Asyfa, mengatakan pelepasan tukik bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Hari ini kita kembali melakukan kegiatan pelepasan tukik penyu di kawasan pantai bersama mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan ini bukan sekadar melepas anak penyu ke habitat alaminya, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga kelestarian ekosistem pantai dan keberlangsungan satwa yang dilindungi,” ujarnya.

Menurut Zahra, terdapat dua harapan besar dari kegiatan tersebut. Pertama, tukik yang dilepas dapat tumbuh dan berkembang sehingga membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut sekaligus meningkatkan populasi penyu yang saat ini semakin langka. Kedua, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk ikut terlibat secara langsung dalam upaya konservasi.

“Harapannya tukik yang kita lepas bisa berkembang dengan baik dan berdampak pada ekosistem lingkungan. Penyu yang mungkin sudah langka bahkan hampir punah perlahan bisa berkembang biak dan jumlahnya semakin banyak. Selain itu, masyarakat juga bisa lebih aware terhadap lingkungan, tidak hanya memiliki gagasan, tetapi juga ikut bertindak dalam upaya pelestarian konservasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengalaman melepas tukik diharapkan dapat memberikan kesan tersendiri bagi para peserta sekaligus memotivasi mereka menjadi penggerak perubahan dalam menjaga lingkungan.

“Bagi para peserta yang ikut melepas tukik ini semoga dapat membawa pengalaman berharga dan menumbuhkan semangat menjadi penggerak perubahan lingkungan, salah satunya melalui konservasi dan menjaga kelestarian alam,” imbuhnya.

Zahra menjelaskan, program konservasi penyu di Pantai Kembar Terpadu telah berjalan sejak tahun 2020 hingga sekarang. Di kawasan tersebut tercatat terdapat tiga jenis penyu yang kerap mendarat untuk bertelur, yakni penyu lekang, penyu hijau, dan penyu sisik.

Ia juga menerangkan bahwa masa pengeraman telur penyu berbeda-beda tergantung jenisnya. Namun secara umum telur akan menetas dalam waktu sekitar 40 hari, sedangkan penyu sisik dapat mencapai sekitar 60 hari.

Ke depan, pihaknya berharap kegiatan pelepasan tukik dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar semakin peduli terhadap lingkungan.

“Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan pengelola wisata, kami optimistis Pantai Kembar Terpadu dapat menjadi destinasi wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga ramah lingkungan dan memiliki nilai konservasi yang tinggi. Kami percaya langkah lestari berawal dari satu titik peduli, dan perubahan terjadi ketika satu titik itu dilakukan secara bersama-sama dan konsisten,” pungkasnya. (K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.