KEBUMEN, Kebumen24.com – Upaya meningkatkan kualitas sekaligus memperkuat daya saing gula semut sebagai produk unggulan Desa Sampang, Kabupaten Kebumen, terus dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya diwujudkan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik (HIMA MSDM-SP) Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Kebumen dengan menggelar pelatihan Good Manufacturing Practices (GMP) bagi para pelaku usaha gula semut di Aula Balai Desa Sampang, Kamis (30/7/2026).
Pelatihan tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro agar mampu menghasilkan gula semut yang lebih higienis, aman dikonsumsi, berkualitas, serta memiliki nilai jual yang lebih tinggi sehingga mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.
Direktur Politeknik Piksi Ganesha Indonesia, Ari Waluyo, S.ST., M.M., MOS, mengatakan bahwa penerapan standar produksi pangan yang baik merupakan fondasi utama dalam menghasilkan produk berkualitas sekaligus membangun kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
“Melalui pelatihan ini kami berharap para pelaku usaha semakin memahami pentingnya menerapkan standar produksi yang benar. Dengan begitu kualitas gula semut dapat terus meningkat sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan sekaligus pembuka acara. Selanjutnya, kegiatan dibuka melalui sambutan dari Ketua Kelompok Tani, Manajer Mitra CV Aggro Berdikari, Kepala Desa Sampang, serta dosen pembimbing dari Politeknik Piksi Ganesha Indonesia.
Sebelum memasuki materi utama, seluruh peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai penerapan Good Manufacturing Practices dalam proses produksi gula semut. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penyampaian materi sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan para pelaku usaha.
Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber Tofik, yang menjelaskan bahwa Good Manufacturing Practices merupakan pedoman penting dalam industri pangan untuk menjamin keamanan, mutu, dan konsistensi produk. Menurutnya, penerapan GMP menjadi salah satu syarat penting bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar.
Dalam pemaparannya, Tofik menekankan bahwa kualitas gula semut ditentukan sejak proses awal pengolahan, terutama dalam penanganan nira sebagai bahan baku utama. Para peserta diajak memahami pentingnya menjaga kualitas nira, menggunakan peralatan produksi yang bersih dan efisien, menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara konsisten, serta menjaga sanitasi lingkungan dan kebersihan selama proses produksi berlangsung.
Selain aspek teknis pengolahan, peserta juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya standarisasi mutu produk agar gula semut memenuhi standar keamanan pangan, memiliki nilai tambah, serta berpeluang menembus pasar modern hingga pasar ekspor.
Suasana pelatihan semakin interaktif saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias menyampaikan berbagai pengalaman serta kendala yang dihadapi selama proses produksi. Berbagai persoalan tersebut mendapat tanggapan langsung dari narasumber melalui solusi praktis yang dapat diterapkan sesuai kondisi masing-masing pelaku usaha.
Sebagai bentuk evaluasi akhir, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Evaluasi ini menjadi indikator keberhasilan kegiatan sekaligus mendorong peserta agar mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam aktivitas produksi sehari-hari.
Kegiatan ditutup dengan penuh antusiasme. Para pelaku usaha berharap pelatihan serupa dapat terus diselenggarakan guna meningkatkan kemampuan, kualitas produk, serta memperluas peluang pemasaran gula semut sebagai salah satu komoditas unggulan Desa Sampang.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















