Pendidikan

IAINU Kebumen Gelar Seminar Nasional Green Mosque, Dorong Masjid Jadi Pusat Gerakan Lingkungan

×

IAINU Kebumen Gelar Seminar Nasional Green Mosque, Dorong Masjid Jadi Pusat Gerakan Lingkungan

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAINU Kebumen menggelar Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Green Mosque: Integrating Faith, Community Engagement, and Environmental Sustainability”, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan digelar secara daring dan diikuti dosen, mahasiswa, serta pegiat pengabdian kepada masyarakat dari berbagai perguruan tinggi.

Seminar tersebut menjadi forum berbagi pengalaman, gagasan, dan praktik baik dalam pengembangan pengabdian kepada masyarakat, khususnya melalui konsep green mosque yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Rektor IAINU Kebumen, Dr. Benny Kurniawan, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang bertemunya para aktivis pengabdian dan pemikir yang memiliki perhatian terhadap pengembangan masyarakat.

“Seminar ini menjadi ruang berkumpul bagi para aktivis pengabdi dan pemikir yang konsen dalam pengabdian kepada masyarakat,” ujar Benny.

Ia berharap forum tersebut dapat memperkuat budaya akademik sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan inovasi pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Seminar menghadirkan Dr. Phil. Suratno Muchoeri dari Universitas Paramadina Jakarta sebagai pembicara utama. Hadir pula Mawi Khusni Albar, M.Pd.I., dari LPkM UIN Saizu Purwokerto serta Ketua LPPM IAINU Kebumen, Dr. Fikria Najitama, M.Si.

Dalam pemaparannya, Suratno menjelaskan bahwa konsep green mosque tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik masjid yang ramah lingkungan. Lebih dari itu, konsep tersebut merupakan upaya mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.

Penerapannya dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, mulai dari efisiensi penggunaan air dan energi, pengelolaan sampah, penghijauan lingkungan masjid, pemanfaatan energi terbarukan, hingga pendidikan lingkungan bagi jamaah.

Menurut Suratno, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengembangkan konsep tersebut melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kampus dapat menjadi mitra masyarakat dalam mengembangkan praktik keberlanjutan berbasis masjid.

Sementara itu, Mawi Khusni Albar memaparkan pengalaman UIN Saizu Purwokerto dalam mengembangkan berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, program pengabdian perlu diarahkan agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan inovasi dan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.

Ketua LPPM IAINU Kebumen, Dr. Fikria Najitama, M.Si., menyampaikan bahwa IAINU Kebumen telah mengembangkan program green mosque melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Program tersebut dilaksanakan di sejumlah desa dengan menjadikan masjid sebagai salah satu pusat pengembangan kegiatan sosial dan lingkungan masyarakat.

Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya melaksanakan kegiatan pengabdian, tetapi juga melakukan pendampingan serta membangun kolaborasi dengan masyarakat di sekitar masjid.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari proses akademik melalui dokumentasi, refleksi, penelitian, dan publikasi ilmiah. Dengan demikian, kegiatan pengabdian dapat menjadi ruang pembelajaran bersama antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Ketua Panitia Seminar Nasional, Dr. Siti Fatimah, M.Pd., mengatakan seminar nasional tersebut direncanakan menjadi agenda tahunan LPPM IAINU Kebumen.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga menjadi ruang untuk memaparkan berbagai kerja pengabdian yang telah dilakukan dosen maupun mahasiswa.

“Event ini akan menjadi program setiap tahun sebagai ruang untuk memaparkan kerja-kerja pengabdian dan menjadi inspirasi untuk melakukan inovasi yang berdampak baik bagi masyarakat,” jelas Siti Fatimah.

Ia berharap kegiatan serupa pada tahun-tahun mendatang dapat memperluas jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi dan lembaga pengabdian. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Seminar nasional ditutup dengan diskusi dan berbagi pengalaman mengenai pengembangan pengabdian kepada masyarakat berbasis lingkungan dan keberlanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, LPPM IAINU Kebumen menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan masyarakat, nilai-nilai keislaman, kepedulian terhadap lingkungan, serta inovasi berkelanjutan. (K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.