Pendidikan

Dies Natalis ke-24, Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Gelar Lomba Eco-Innovation 2026, Ubah Limbah Menjadi Karya Bernilai

126
×

Dies Natalis ke-24, Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Gelar Lomba Eco-Innovation 2026, Ubah Limbah Menjadi Karya Bernilai

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com  – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-24, Politeknik Piksi Ganesha Indonesia menggelar lomba Eco-Innovation 2026: Dari Limbah Jadi Karya sebagai wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Direktur Politeknik Piksi Ganesha Indonesia, Ari Waluyo, S.ST., M.M., MOS, menjelaskan bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Piknespala tersebut berlangsung pada Jumat (24/7/2026) mulai pukul 13.30 hingga 17.00 WIB di Aula Politeknik Piksi Ganesha Indonesia.

Menurut Ari Waluyo, kompetisi ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menanamkan budaya inovasi sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar. Melalui tema “Dari Limbah Jadi Karya”, para peserta diajak mengubah berbagai jenis limbah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna maupun nilai estetika.

“Lomba ini bertujuan mengembangkan kreativitas, inovasi, serta kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah. Selain menghasilkan karya yang menarik, peserta juga didorong menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Ari Waluyo.

Kompetisi diikuti oleh sejumlah tim dari tingkat SMA dan SMK yang telah lolos proses pendaftaran sesuai persyaratan panitia. Masing-masing kelompok menampilkan hasil karya inovatif berbahan dasar limbah, kemudian mempresentasikannya di hadapan dewan juri.

Proses penilaian dilakukan secara langsung dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kreativitas, inovasi, kualitas produk, efektivitas pemanfaatan limbah, nilai guna, nilai estetika, hingga kemampuan peserta dalam memaparkan konsep dan proses pembuatan karya.

Selama perlombaan berlangsung, seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Beragam ide kreatif berhasil diwujudkan menjadi produk yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki potensi manfaat bagi masyarakat.

Setelah melalui proses penjurian yang objektif dan menyeluruh, dewan juri menetapkan tiga tim terbaik sebagai pemenang lomba. Juara I berhasil diraih Kelompok Cakrawala Team dari SMA Negeri 1 Kutowinangun. Posisi Juara II ditempati Kelompok Raden Saleh dari SMK Ma’arif 5 Gombong, sedangkan Juara III diraih Kelompok Sosro 67 dari SMA Negeri 1 Kebumen.

Ari Waluyo menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana pembinaan karakter generasi muda agar lebih kreatif, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Melalui lomba ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan pola pikir inovatif dalam mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi media edukasi untuk menanamkan pentingnya konsep pembangunan berkelanjutan melalui penerapan prinsip 3R sejak usia sekolah.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.