PendidikanPERISTIWA

Sahkan 190 Warga Baru, SH Terate Cabang Kebumen Teguhkan Komitmen Budi Luhur dan Persaudaraan

×

Sahkan 190 Warga Baru, SH Terate Cabang Kebumen Teguhkan Komitmen Budi Luhur dan Persaudaraan

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Kebumen Pusat Madiun kembali mencatatkan momen bersejarah dengan mengesahkan sebanyak 190 warga baru dalam prosesi sakral yang berlangsung khidmat di GOR SMK Ma’arif 9 Klirong, Kabupaten Kebumen, Sabtu (27/6/2026) malam.

Pengesahan tersebut menjadi tonggak penting bagi para calon warga untuk resmi menjadi bagian dari keluarga besar SH Terate sekaligus mengemban amanah menjaga nilai-nilai luhur organisasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Dari total 190 warga yang disahkan, sebanyak 170 orang merupakan calon warga SH Terate Cabang Kebumen, sedangkan 20 orang lainnya merupakan calon warga titipan dari Cabang Purworejo, Wonosobo, dan Kulonprogo.

Prosesi pengesahan dipimpin oleh Koordinator Dewan Pengesah, Kang Mas H. Djunaedi Suprajitno, S.Sos., yang hadir mewakili Ketua Dewan Pusat SH Terate. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi jajaran Dewan Pengesah dari Cabang Sleman dan Purworejo untuk memastikan seluruh rangkaian pengesahan berjalan sesuai tradisi, tata tertib organisasi, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Persaudaraan Setia Hati Terate.

Ketua SH Terate Cabang Kebumen Pusat Madiun, H. Agus Eko Purwono, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan.

Menurutnya, pengesahan warga baru bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan hasil dari proses panjang yang ditempuh dengan penuh disiplin, kesungguhan, serta komitmen untuk membentuk karakter.

“Pengesahan ini menjadi awal baru untuk mengamalkan ajaran budi luhur SH Terate di masyarakat. Mereka bukan hanya belajar bela diri, tetapi juga ditanamkan nilai moral agar menjadi pribadi berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta siap mengabdi,” ujar Agus Eko Purwono.

Ia menjelaskan, proses menjadi warga SH Terate tidak dapat ditempuh secara instan. Para siswa harus mengikuti latihan secara rutin dengan masa pendidikan minimal 2,5 tahun melalui jalur reguler, sedangkan jalur privat dapat ditempuh minimal satu tahun, dimulai dari tahapan pra-polos hingga mencapai sabuk putih sebagai syarat mengikuti pengesahan.

Lebih lanjut, Agus menegaskan SH Terate yang berdiri sejak tahun 1922 di Madiun bukan sekadar perguruan pencak silat, tetapi merupakan organisasi pembinaan karakter yang bertujuan mencetak manusia berbudi pekerti luhur, tangguh, mandiri, serta memiliki jiwa persaudaraan yang kuat.

“Setiap anggota dididik untuk menjunjung tinggi rasa hormat, menjaga kerukunan, memiliki tanggung jawab sosial, serta menjadi teladan di tengah masyarakat. Kami berharap seluruh warga baru mampu menjaga nama baik SH Terate, terus berprestasi, menjadi insan yang bermanfaat, serta ikut menjaga persatuan, kerukunan, dan nilai-nilai kebangsaan di mana pun berada,” pungkasnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.