KesehatanPendidikan

Masih Percaya Mitos Ibu Hamil? Mahasiswa Unsoed Bongkar Fakta Gizi Lewat Program BEBAS MITOS di Wonosari

205
×

Masih Percaya Mitos Ibu Hamil? Mahasiswa Unsoed Bongkar Fakta Gizi Lewat Program BEBAS MITOS di Wonosari

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Unsoed bersama Puskesmas Kebumen II foto bersama dalam Program BEBAS MITOS di Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen, Jumat (12/6/2026).

KEBUMEN, Kebumen24.com – Berbagai mitos mengenai makanan untuk ibu hamil masih banyak dipercaya masyarakat. Mulai dari anggapan bahwa makan ikan dapat membuat bayi berbau amis, minum es menyebabkan bayi lahir besar, hingga larangan mengonsumsi telur selama masa kehamilan.

Padahal, sebagian besar kepercayaan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan justru berpotensi menghambat pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil maupun tumbuh kembang janin.

Kondisi itulah yang mendorong mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bekerja sama dengan Puskesmas Kebumen II menggelar kegiatan edukasi bertajuk BEBAS MITOS (Belajar Bareng Seputar Mitos dan Fakta Konsumsi Pangan Ibu Hamil) di Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jumat (12/6/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh tiga mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Unsoed, yakni dr. Yulinda Dwi Agarini, dr. Arum Laksmita Dewi, dan dr. Ria Safitri, di bawah bimbingan Prof. Dr. Dwi Sarwani Sri Rejeki, S.KM., M.Kes. (Epid.).

Salah satu pelaksana kegiatan, dr. Yulinda Dwi Agarini, menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil dan keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan berdasarkan informasi yang benar, akurat, dan berbasis bukti ilmiah.

“Kami ingin membantu masyarakat membedakan mana informasi yang memang terbukti secara medis dan mana yang hanya berupa mitos yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 14 ibu hamil beserta pendampingnya. Puskesmas Kebumen II dan kader kesehatan Desa Wonosari turut memberikan dukungan melalui pendampingan serta membantu mobilisasi peserta sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar.

Dalam sesi penyuluhan, peserta memperoleh berbagai materi penting terkait kebutuhan gizi selama kehamilan, penerapan pola makan bergizi seimbang, manfaat konsumsi protein hewani, pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah, hingga penjelasan mengenai berbagai mitos pangan yang masih berkembang di tengah masyarakat.

Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, bahkan aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai pola makan selama masa kehamilan.

Salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta adalah pembahasan sejumlah mitos yang selama ini dipercaya secara turun-temurun. Di antaranya anggapan bahwa makan ikan membuat bayi berbau amis, nanas selalu menyebabkan keguguran, minum es membuat bayi lahir dengan berat badan berlebih, hingga larangan mengonsumsi telur saat hamil.

Melalui pemaparan berbasis ilmu kesehatan dan bukti medis, para pemateri menjelaskan fakta yang sebenarnya sehingga peserta dapat memahami informasi kesehatan secara lebih tepat dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Tidak hanya menyasar ibu hamil, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada para pendamping dan anggota keluarga yang hadir. Menurut tim pelaksana, dukungan keluarga memiliki peran penting dalam membantu ibu memenuhi kebutuhan gizi selama masa kehamilan.

“Keberhasilan pemenuhan gizi ibu hamil tidak hanya ditentukan oleh ibu itu sendiri, tetapi juga dukungan keluarga dan lingkungan terdekat,” jelasnya.

Untuk mengukur efektivitas penyuluhan, panitia melaksanakan pre-test dan post-test kepada peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman setelah mengikuti kegiatan edukasi tersebut.

Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta menerima leaflet edukatif yang dapat dijadikan bahan bacaan di rumah sekaligus sebagai pengingat mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan.

Tim pelaksana berharap Program BEBAS MITOS mampu meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi kesalahpahaman terkait konsumsi pangan bagi ibu hamil. Dengan meningkatnya pengetahuan ibu hamil dan keluarga, kebutuhan gizi ibu maupun janin diharapkan dapat terpenuhi secara optimal sehingga mendukung terwujudnya kehamilan sehat dan melahirkan generasi yang lebih berkualitas.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk lebih kritis dalam menerima informasi kesehatan dengan mengutamakan sumber informasi yang terpercaya dan berbasis bukti ilmiah.

“Jangan takut makan karena mitos, takutlah jika gizi tidak terpenuhi,” pungkasnya. (K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.