KEBUMEN, Kebumen24.com – Kabupaten Kebumen kembali mendapatkan kepercayaan sebagai daerah percontohan program kesehatan strategis di Jawa Tengah. Kali ini, Kebumen ditetapkan sebagai salah satu dari empat kabupaten/kota pilot project program Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil) yang digagas Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah.
Program yang bertujuan mempercepat penurunan angka stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB) tersebut digelar di Desa Nogoraji, Kecamatan Buayan, Rabu (24/6/2026), dengan melibatkan berbagai unsur mulai dari tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, hingga masyarakat.
Kegiatan ini diintegrasikan dengan sejumlah layanan kesehatan, seperti bakti sosial kesehatan, pengobatan gratis, pelayanan Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), serta layanan Dokter Spesialis Keliling yang memberikan pemeriksaan langsung kepada masyarakat, khususnya ibu hamil.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyampaikan bahwa program Kencan Bumil selaras dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Kebumen, yakni “Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge”, yang berfokus pada pemerataan akses layanan kesehatan berkualitas hingga ke tingkat desa.
Menurutnya, tantangan kesehatan ibu dan anak masih menjadi perhatian serius, terutama terkait pemenuhan gizi kronis pada anak dan risiko komplikasi selama kehamilan maupun persalinan.
“Kehadiran dokter spesialis anak dan kandungan yang dilengkapi fasilitas USG sangat membantu dalam mendeteksi serta memantau kondisi ibu hamil sejak dini. Ini menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai risiko yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi,” ujar Lilis.
Ia menegaskan, keberhasilan menurunkan angka stunting dan kematian ibu tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga keluarga.
“Mari kita perkuat semangat gotong royong agar dapat melahirkan generasi Kebumen yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, dr. Faiz Alaudien Reza Mardhika, menyoroti pentingnya edukasi gizi bagi ibu hamil sebagai langkah pencegahan komplikasi kehamilan.
Menurutnya, penyebab kematian ibu saat ini mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya banyak disebabkan oleh pendarahan, kini semakin banyak dipengaruhi oleh penyakit non-kebidanan seperti gangguan jantung yang kerap dipicu atau diperparah oleh anemia kronis akibat kekurangan zat besi.
“Ibu hamil wajib memenuhi kebutuhan protein hewani seperti daging merah, ayam, dan telur. Jangan hanya mengandalkan sayuran. Penyerapan zat besi dari protein hewani jauh lebih efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin,” jelas dr. Reza.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen, Nurjanah Zaini Miftah, mengungkapkan bahwa hingga Juni 2026 terdapat 5.382 ibu hamil di Kabupaten Kebumen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 292 ibu hamil berada di Kecamatan Buayan.
“Di Kecamatan Buayan terdapat 53 ibu hamil dengan risiko tinggi. Sedangkan di Desa Nogoraji terdapat 31 ibu hamil, dan 15 di antaranya masuk kategori risiko tinggi,” ungkapnya.
Nurjanah juga memaparkan bahwa angka kematian ibu di Kabupaten Kebumen sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 9 kasus. Sementara hingga Juni 2026 telah terjadi 3 kasus kematian ibu.
Adapun angka kematian bayi pada tahun 2025 mencapai 99 kasus, sedangkan hingga pertengahan tahun 2026 telah tercatat 50 kasus.
Di sisi lain, prevalensi stunting di Kabupaten Kebumen pada akhir tahun 2025 berada pada angka 7,53 persen atau sebanyak 5.191 kasus. Per Juni 2026, angka tersebut tercatat 7,57 persen dengan jumlah 5.145 balita.
Untuk memperkuat pendampingan ibu hamil, TP PKK Kabupaten Kebumen telah melatih kader desa melalui program Komunikasi Antar-Pribadi (KAP). Setiap kader bertugas mendampingi sedikitnya 11 ibu hamil, mulai dari pemantauan kesehatan rutin di Posyandu hingga membantu proses rujukan cepat ke dokter spesialis apabila ditemukan kondisi berisiko tinggi.
Kegiatan Penguatan Kencan Bumil ini turut dihadiri Ketua Pokja IV Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Provinsi Jawa Tengah, perwakilan Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Kebumen, Forkopimcam Buayan, Direktur RSU PKU Muhammadiyah Gombong sebagai mitra layanan dokter spesialis, serta ratusan warga yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















