KEBUMEN, Kebumen24.com – Semangat toleransi dan kepedulian terhadap persoalan moral generasi muda mewarnai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-13 Fakultas Syari’ah, Ushuluddin, dan Dakwah (FSUD) IAINU Kebumen. Melalui Dialog Lintas Agama bertema “Menjawab Krisis Moralitas di Era Disrupsi Teknologi dalam Pandangan Lintas Iman”, sivitas akademika IAINU Kebumen bersama tokoh lintas agama membahas tantangan moral yang muncul di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Kegiatan yang digelar di Auditorium IAINU Kebumen, Rabu (3/6/2026), tersebut dihadiri mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan persaudaraan di tengah masyarakat yang semakin beragam dan terkoneksi secara digital.
Ketua DEMA FSUD IAINU Kebumen, Tabah Alamsyah, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya menjaga empati di era media sosial yang serba cepat. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh mengikis rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.
“Kadang manusia baru sadar pentingnya empati setelah kehilangan seseorang yang benar-benar membuatnya merasa dipahami. Dan mungkin, zaman digital hari ini sedang mengalami kehilangan besar itu. Kita kehilangan generasi yang tahu cara menghargai, kehilangan rasa malu ketika menyebarkan kebencian, bahkan kehilangan hati karena terlalu sibuk mengejar validasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, dialog lintas agama menjadi sarana penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang dalam menjalin persaudaraan maupun bekerja sama menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang muncul di era digital.
Sementara itu, Dekan FSUD IAINU Kebumen, Isti’anah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Teknologi dapat mengubah banyak hal dalam waktu singkat. Namun, kita harus tetap menjadi generasi yang memiliki nilai, karakter, dan kemanusiaan yang kuat,” ujarnya.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membekali mahasiswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa meninggalkan etika dan moralitas. Dengan demikian, perkembangan teknologi dapat menjadi instrumen untuk menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat.
Rektor IAINU Kebumen, Benny Kurniawan, menilai tema yang diangkat dalam dialog tersebut sangat relevan dengan situasi saat ini. Ia menjelaskan bahwa media digital telah membuka akses luas terhadap informasi dan pengetahuan, namun juga membawa tantangan berupa maraknya provokasi, ujaran kebencian, dan polarisasi di ruang publik.
“Media digital bisa menjadi alat untuk menyebarkan pengetahuan dan kebaikan, tetapi juga dapat digunakan untuk memprovokasi permusuhan. Sebagai umat beragama, kita harus membangun harmoni, perdamaian, dan toleransi,” tegasnya.
Menurut Benny, nilai-nilai agama harus tetap menjadi fondasi moral dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan modern. Oleh karena itu, dialog lintas agama perlu terus dikembangkan sebagai upaya memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan 13 tahun FSUD IAINU Kebumen, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan foto bersama yang diikuti pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.
Pada sesi utama dialog, moderator Kukuh Ainun Yakin menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang agama yang berbeda, yakni Muzayyin mewakili Islam, FX. Susilo Ari Purnomo mewakili Katolik, dan Teguh Prasetya mewakili Buddha. Ketiganya menyampaikan pandangan mengenai pentingnya penguatan moralitas, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang semakin kompleks.(K24/Ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















