KEBUMEN, Kebumen24.com — Inovasi pembangunan kampus modern kembali ditunjukkan oleh Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen atau UMNU Kebumen. Kampus yang dikenal aktif menghadirkan pembelajaran berbasis praktik itu kini sukses membangun gedung modular modern dua lantai pertama di Kabupaten Kebumen hanya dalam waktu satu minggu.
Menariknya, proses perakitan bangunan tersebut dilakukan langsung oleh mahasiswa Teknik Sipil UMNU Kebumen sebagai bagian dari pembelajaran konstruksi modern berbasis praktik lapangan.
Bangunan modular yang baru menjalani soft launching pada 25 Mei 2026 itu kini menjadi perhatian banyak pihak karena menghadirkan konsep bangunan masa depan yang praktis, fleksibel, hemat biaya, serta nyaman digunakan.
Mahasiswa Semester 6 Teknik Sipil UMNU Kebumen, Fredy, menjelaskan bahwa konsep bangunan modular memiliki banyak keunggulan dibandingkan konstruksi konvensional.
“Ini merupakan bangunan modular pertama di Kebumen dari UMNU Kebumen. Salah satu kelebihannya, meskipun cuaca di luar sangat panas, kondisi di dalam ruangan tetap terasa sejuk,” ujarnya saat melakukan review bangunan modular kampus, Selasa (26/5/2026).
Menurut Fredy, sistem modular menggunakan metode pabrikasi, yakni komponen bangunan diproduksi terlebih dahulu sebelum dirakit di lokasi pembangunan. Konsep tersebut membuat proses pembangunan jauh lebih cepat dan efisien dibandingkan metode konvensional.
Gedung dua lantai itu terdiri dari sekitar 20 modul dengan ukuran masing-masing sepanjang 6 meter dan lebar 3 meter. Dengan desain yang fleksibel, bangunan modular dinilai cocok diterapkan untuk rumah tinggal modern maupun bangunan multifungsi lainnya.
“Untuk pasangan muda atau keluarga baru, dua sampai tiga modul sebenarnya sudah cukup menjadi rumah tinggal yang nyaman dan modern,” katanya.
Dari sisi konstruksi, bangunan modular UMNU Kebumen menggunakan rangka baja ringan tebal pada bagian atap. Sementara bagian lantai memakai material berkekuatan tinggi dengan ketebalan sekitar 1,5 sentimeter sehingga tetap kokoh saat digunakan.
Selain itu, sistem mechanical, electrical, dan plumbing (MEP) juga sudah dirancang secara terintegrasi pada setiap modul, termasuk saluran pembuangan air yang langsung tersambung ke bagian bawah bangunan.
Keunggulan lainnya, bangunan modular tidak membutuhkan fondasi besar seperti bangunan beton konvensional. Bangunan cukup berdiri di atas permukaan tanah yang rata dan stabil.
“Fondasinya tidak seperti bangunan beton biasa. Cukup menggunakan pasangan bata ringan dan kolom sederhana. Kekuatan utamanya justru berasal dari sistem modular itu sendiri,” jelas Fredy.
Ia menambahkan, konsep modular menjadi solusi pembangunan modern yang lebih cepat, efisien, sekaligus mampu menekan biaya konstruksi secara signifikan.
Pembangunan gedung tersebut melibatkan sekitar 30 tenaga kerja selama satu minggu penuh. Waktu pengerjaan yang singkat dinilai mampu menghemat biaya tenaga kerja dibandingkan pembangunan rumah konvensional yang biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan.
Tidak hanya unggul dari sisi kecepatan pembangunan, bangunan modular UMNU Kebumen juga dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi penggunanya.
Bagian dinding menggunakan finishing PVC dengan lapisan glass wool di bagian dalam. Material tersebut berfungsi sebagai peredam panas sekaligus peredam suara sehingga ruangan tetap terasa nyaman digunakan.
“Di luar sangat panas, tetapi di dalam tetap terasa dingin meskipun belum menggunakan AC. Apalagi kalau nanti dilengkapi pendingin ruangan, tentu akan jauh lebih nyaman,” ungkap Fredy.
Selain membuat suhu ruangan lebih sejuk, finishing PVC juga memberikan tampilan interior yang lebih rapi, bersih, dan elegan.
Ke depan, UMNU Kebumen juga membuka peluang kerja sama pembangunan modular bagi masyarakat umum. Tim modular UMNU Kebumen nantinya siap melayani proses mulai dari perencanaan, desain, perakitan hingga finishing bangunan modular secara menyeluruh.
“Kalau masyarakat ingin membangun rumah modular atau bangunan portable modern, nantinya bisa bekerja sama dengan tim UMNU Kebumen,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor Dr. Imam Satibi menjelaskan bahwa pembangunan modular sengaja dihadirkan sebagai bentuk inovasi kampus sekaligus media pembelajaran nyata bagi mahasiswa Teknik Sipil.
Menurutnya, konsep bangunan masa depan bukan lagi soal bangunan yang sangat tebal dan megah, melainkan bangunan yang nyaman, fleksibel, hemat biaya, dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan.
“Rumah atau bangunan masa depan itu menurut saya bukan bangunan yang sangat tebal dan kokoh seperti benteng. Tetapi bangunan yang nyaman, sejuk, kedap suara, tahan panas, dan fleksibel,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem modular menjadi solusi representatif untuk menjawab kebutuhan bangunan modern karena seluruh komponennya sudah dipabrikasi dan tinggal dirakit di lokasi.
“Komponen modular itu sudah dipabrikasi, tinggal dirakit. Sangat praktis, cepat, dan efisien,” katanya.
Menurut Dr. Imam Satibi, bangunan modular juga memiliki tingkat fleksibilitas tinggi. Ruangan dapat diubah, disekat, bahkan dipindahkan sesuai kebutuhan kampus.
Gedung modular tersebut rencananya akan digunakan sebagai ruang administrasi kampus yang membutuhkan pengaturan ruang dinamis dan fleksibel.
“Kalau suatu saat membutuhkan ruang konsultasi mahasiswa, ruang counseling, atau ruang pelayanan lainnya, tinggal diatur ulang sekatnya. Bahkan jika diperlukan, bangunan ini juga bisa dipindahkan ke lokasi lain,” ujarnya.
Meski demikian, UMNU Kebumen tetap akan mengombinasikan bangunan modular dengan bangunan permanen untuk ruang-ruang pembelajaran utama.
Lebih dari sekadar fasilitas kampus, proyek modular ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa Teknik Sipil UMNU Kebumen. Seluruh proses perakitan dilakukan sendiri oleh mahasiswa, bukan oleh kontraktor profesional.
“Ini menjadi pembelajaran nyata bagi mahasiswa tentang perkembangan dunia konstruksi modern. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik di lapangan,” kata Dr. Imam Satibi.
Ia berharap UMNU Kebumen ke depan mampu menjadi pelopor pengembangan bangunan modular di wilayah selatan Jawa Tengah sekaligus mendorong lahirnya inovasi konstruksi yang lebih modern, efisien, dan sesuai kebutuhan masyarakat masa kini. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















