KEBUMEN, Kebumen24.com – Universitas Putra Bangsa sukses menggelar kegiatan G-CORE (Google Community Outreach and Resource for Education) Vol.1 bertema “The Prompt Master Challenge” yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Kegiatan ini diikuti lebih dari 150 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan kampus.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal penguatan literasi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kalangan mahasiswa. Selain itu, agenda ini juga merupakan tindak lanjut atas prestasi mahasiswa UPB, Muhammad Pandu Dewanata Yaseh Hidayat, yang berhasil lolos sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026, program bergengsi yang diselenggarakan oleh Google.
Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komputer tersebut berhasil melewati proses seleksi panjang dan kompetitif bersama puluhan ribu peserta dari berbagai wilayah. Dari lebih dari 81 ribu pendaftar, hanya sekitar 2.000 peserta yang berhasil lolos ke tahap seleksi lanjutan, termasuk Pandu sebagai perwakilan dari Universitas Putra Bangsa.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Putra Bangsa, Dr. Gunarso Wiwoho, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus pencapaian mahasiswa UPB di tingkat nasional.
“Ini merupakan kegiatan pertama yang digagas dan dilaksanakan langsung oleh mahasiswa. Kami sangat mengapresiasi Pandu Dewanata selaku Google Student Ambassador 2026 yang merupakan mahasiswa UPB. Saya yakin proses seleksinya sangat panjang dan kompetitif. Bahkan di Kebumen, saat ini baru ada satu mahasiswa yang berhasil menjadi Google Student Ambassador dan itu berasal dari Universitas Putra Bangsa,” ujar Rektor UPB.
Ia juga menegaskan pentingnya penguasaan teknologi digital di era modern, termasuk pemanfaatan AI secara bijak, kreatif, dan produktif. Menurutnya, mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar memiliki daya saing kuat di masa depan.
Dalam kegiatan G-CORE tersebut, mahasiswa mendapatkan berbagai insight mengenai teknik prompting yang efektif untuk menunjang kebutuhan akademik dan produktivitas perkuliahan. Peserta diajak memahami bagaimana menyusun prompt yang presisi agar mampu menghasilkan output AI yang lebih optimal dan relevan.
Meski sebagian besar peserta telah mengenal teknologi AI, sesi ini menjadi ruang pembelajaran baru untuk memahami penggunaan AI secara lebih mendalam, terarah, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Muhammad Pandu Dewanata Yaseh Hidayat menyampaikan bahwa kegiatan G-CORE tidak hanya berhenti sebagai seminar semata, tetapi menjadi langkah awal membangun ekosistem pembelajaran AI di lingkungan kampus.
Ke depan, kata Pandu, akan dibentuk focus group atau komunitas belajar yang dapat menjadi wadah mahasiswa untuk berbagi pengetahuan terkait pemanfaatan AI, kolaborasi proyek akademik, hingga mengikuti berbagai mini challenge lanjutan guna meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi digital.
“Lewat program G-CORE ini harapannya bisa terus menjadi pemantik semangat belajar dan panutan positif untuk teman-teman di UPB. Saya juga berharap pada event Google Student Ambassador berikutnya semakin banyak mahasiswa UPB yang lolos menjadi penerus selanjutnya. Tujuannya agar mahasiswa di kampus bisa lebih adaptif, berdedikasi, dan memiliki daya saing kuat di bidang teknologi digital saat ini,” ungkap Pandu.(k24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















