SEJARAHSENISENI BUDAYA

Geo Suiseki Samudra Purba 2026 Kebumen, Batu “Bukit Nusantara” Milik Bun Long Sabet Best in Show

68
×

Geo Suiseki Samudra Purba 2026 Kebumen, Batu “Bukit Nusantara” Milik Bun Long Sabet Best in Show

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Hamparan batu-batu alam yang tersusun artistik memenuhi ruang pameran di SMK TKM Pertambangan Kebumen. Namun di antara ratusan karya yang dipajang dalam ajang nasional Geo Suiseki Samudra Purba – Piala Bupati Kebumen 2026, ada satu karya yang paling banyak mengundang decak kagum pengunjung.

Batu berjudul “Bukit Nusantara” milik Bun Long asal Kebumen sukses mencuri perhatian dewan juri dan meraih penghargaan tertinggi Best in Show pada kategori Mountain Landscape.

Sekilas, batu tersebut tampak sederhana. Namun ketika diamati lebih dekat, lekukan alami dan tekstur batu menghadirkan imajinasi gugusan pegunungan yang megah. Permukaannya membentuk panorama bukit berlapis seperti lanskap alam Nusantara yang eksotis. Nuansa artistik yang lahir murni dari proses alam itulah yang membuat karya Bun Long dinilai memiliki karakter kuat dan nilai estetika tinggi.

Keberhasilan “Bukit Nusantara” menjadi juara utama seolah mempertegas satu hal: Kebumen bukan sekadar daerah penghasil batu alam, melainkan telah tumbuh menjadi salah satu pusat perkembangan seni suiseki terbesar di Indonesia.

Ajang Geo Suiseki Samudra Purba sendiri berlangsung pada 3–10 Mei 2026 dan menjadi magnet bagi ratusan pecinta batu dari berbagai daerah di Tanah Air. Pameran resmi dibuka Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, Jumat (8/5/2026), ditandai dengan pemotongan pita pembukaan.

Sebanyak 351 batu suiseki dipamerkan sekaligus dilombakan dalam berbagai kategori. Mulai dari kategori batu gunung, batu sungai, panorama alam, simbolik, batu gambar, hingga kategori unik dan small size. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan antara seni, filosofi alam, edukasi geologi, serta promosi potensi Geopark Kebumen.

Atmosfer pameran terasa begitu hidup. Para kolektor tampak serius mengamati detail batu, berdiskusi tentang tekstur, warna, hingga nilai filosofi yang terkandung di dalamnya. Di sisi lain, masyarakat umum juga tampak antusias menikmati keindahan batu-batu yang selama ini mungkin hanya dianggap benda biasa.

Ketua Bidang Suiseki Seluruh Indonesia sekaligus perwakilan PBBI Pusat, Rocky Suryahadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan di Kebumen. Menurutnya, kekompakan komunitas suiseki di Kebumen menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

“Semangat teman-teman Kebumen sangat luar biasa. Kekompakan seperti ini mungkin sulit ditemukan di daerah lain. Saya sangat salut kepada panitia dan komunitas suiseki Kebumen,” ujarnya.

Rocky menjelaskan, persaingan dalam kontes tahun ini berlangsung sangat ketat karena seluruh peserta menampilkan karya terbaik mereka. Penilaian tidak hanya melihat bentuk batu, tetapi juga karakter alami, keseimbangan komposisi, nilai artistik, hingga kemampuan batu membangun imajinasi lanskap alam.

Dalam dunia suiseki, keaslian menjadi nilai utama. Batu tidak boleh mengalami rekayasa atau sentuhan bentuk dari tangan manusia. Jika sudah dipoles atau dibentuk, maka batu tersebut tidak lagi disebut suiseki, melainkan biseki.

“Suiseki adalah batu alami yang memiliki bentuk, alur, atau gambar indah secara natural. Kalau sudah diubah tangan manusia, itu bukan suiseki lagi,” tegasnya.

Menurut Rocky, batu sungai biasanya unggul dalam kehalusan permukaan dan warna alami, sedangkan batu gunung lebih menonjolkan bentuk dramatis dan karakter artistik. Itulah sebabnya setiap batu memiliki keunikan tersendiri dan tidak bisa dibandingkan secara sederhana.

Ia juga mengungkapkan bahwa batu-batu asal Kebumen telah dikenal hingga mancanegara. Jenis batu seperti rijang, palimanan, hingga batu giok menjadi incaran banyak kolektor.

“Batu-batu Kebumen sudah dikoleksi di seluruh Nusantara hingga manca negara. Potensinya sangat luar biasa,” katanya.

Menariknya, perkembangan suiseki di Indonesia terus menunjukkan dinamika baru. Rocky menyebut Sulawesi mulai dikenal memiliki potensi batu gambar berkualitas tinggi, sementara Sumatera Barat tetap kuat dengan batu panorama dari aliran sungai besar seperti Ombilin dan Batanghari.

“Ternyata Indonesia ini masih sangat kaya potensi batu alam. Banyak daerah yang terus ditemukan memiliki karakter batu unik dan bernilai seni tinggi,” jelasnya.

Tak hanya menghadirkan pameran dan kontes, Geo Suiseki Samudra Purba 2026 juga dilengkapi geology tour ke sejumlah situs geologi penting di Kebumen. Peserta diajak mengunjungi kawasan BRIN Karangsambung, Sungai Luk Ulo, hingga Lava Bantal Watukelir yang dikenal sebagai laboratorium geologi alam terbesar di Asia Tenggara.

Ketua panitia, Triyogo Hadi, menyebut antusiasme peserta jauh melampaui ekspektasi.

“Ini adalah ajang perdana tingkat nasional yang kami gelar di Kebumen. Selain pameran, peserta juga kami ajak mengikuti geology tour ke sejumlah situs penting,” ujarnya.

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, dalam sambutannya menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan seni dan budaya berbasis potensi alam lokal. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu mengangkat nama Kebumen sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

Di balik keindahan batu-batu tersebut, tersimpan pula nilai ekonomi yang fantastis. Dalam dunia suiseki, harga batu bisa mencapai ratusan juta rupiah tergantung karakter, kelangkaan, dan nilai estetikanya.

“Dalam dunia seni, harga tidak ada batasnya. Ketika penjual dan pembeli sama-sama cocok, transaksi bisa terjadi dengan nilai yang sangat tinggi,” ungkap Rocky.

Ia bahkan menyebut bahwa pada era 1990-an pernah terjadi transaksi batu hingga mencapai 100 ribu dolar AS. Fakta itu menunjukkan bahwa suiseki bukan sekadar hobi, tetapi juga bagian dari investasi seni bernilai global.

Selain karya “Bukit Nusantara” milik Bun Long, sejumlah karya lain juga sukses mencuri perhatian. Pada kategori River Stone Landscape, karya “Shelter of The Ghost Island” milik Aziz Johans asal Kebumen berhasil meraih gelar terbaik dan memperkuat dominasi tuan rumah dalam ajang nasional tersebut.

Sementara itu, kategori lain dimenangkan peserta dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bandung, hingga Blitar. Hal ini menunjukkan bahwa komunitas suiseki Indonesia terus berkembang dengan karakter dan kekhasan masing-masing daerah.

Geo Suiseki Samudra Purba 2026 pada akhirnya bukan hanya sekadar lomba batu. Ajang ini menjadi ruang yang mempertemukan seni, alam, budaya, persaudaraan komunitas, hingga promosi geologi Kebumen ke level nasional dan internasional.

Di tangan para pecinta suiseki, batu bukan lagi benda mati. Ia berubah menjadi karya seni yang menyimpan cerita panjang tentang perjalanan bumi, filosofi kehidupan, dan keindahan alam yang tercipta tanpa campur tangan manusia.

Daftar Juara Utama Geo Suiseki Samudra Purba 2026

Kategori Mountain Landscape

  • Best in Show : Bun Long (Kebumen) – “Bukit Nusantara”
  • Best 2 : MG (Bekasi) – “Tebing Pantai”
  • Best 3 : Aziz Johans – “Shelter Beneath The Eruption”

Kategori Mountain Symbolic

  • Best in Class : Christine (Bekasi) – “The Great Teacher of Consciousness”
  • Best 2 : Yogi Kuda Hitam (Blitar) – “Poodle”
  • Best 3 : Candra Wijaya (Jakarta) – “Kresna”

Kategori River Stone Landscape

  • Best in Class : Aziz Johans (Kebumen) – “Shelter of The Ghost Island”
  • Best 2 : Mervin (Jakarta) – “Extreme Cliff”
  • Best 3 : Yogi Kuda Hitam (Blitar) – “Labuhan Bajo Island”

Kategori Mixed Small

  • Best in Class : Sunaryo (Kebumen) – “Pegunungan Terjal”
  • Best 2 : Rocky S (Jakarta) – “Stair Way to Heaven”
  • Best 3 : Rocky S (Jakarta) – “Wise Man”

Kategori Mixed Pattern

  • Best in Class : Johan Lim (Tangerang) – “The Venus of Indonesia”
  • Best 2 : Johan Lim (Tangerang) – “Take Your Cross and Follow Me”
  • Best 3 : Johan Lim (Tangerang) – “The Twin Peaks”

Kategori Mixed Unique

  • Best in Class : H. Hasan (Bandung) – “Sosok”
  • Best 2 : Sigid – “Tawon Seven”
  • Best 3 : Mervin (Ungaran) – “Gerbang Sunyi”

Best Favorite Pilihan Bupati Kebumen

  • Gus Harry Al Hasani (Kebumen) – “Red Island”

Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.