Pendidikan

Kritik Tajam dari Siswa MAN 2 Kebumen untuk Gen Z di Hardiknas 2026: Banyak Scroll Medsos tapi Lemah Literasi

121
×

Kritik Tajam dari Siswa MAN 2 Kebumen untuk Gen Z di Hardiknas 2026: Banyak Scroll Medsos tapi Lemah Literasi

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 diwarnai suara kritis dari kalangan pelajar. Bukan sekadar seremoni, momentum ini justru menjadi ruang refleksi tajam tentang kondisi generasi muda di era digital.

Adalah Nabila, siswi kelas XII MAN 2 Kebumen, yang berani menyuarakan kegelisahan tersebut. ia menyoroti fenomena generasi Z yang dinilai semakin akrab dengan media sosial, namun lemah dalam literasi.

Menurutnya, kebiasaan “scroll” media sosial yang masif telah menggeser budaya membaca di kalangan pelajar. Akibatnya, kemampuan memahami teks menjadi menurun, terutama saat dihadapkan pada soal-soal ujian berbasis bacaan panjang.

“Sekarang ini kita lebih sering menonton daripada membaca. Dampaknya terasa saat menghadapi soal yang banyak teksnya, kita harus belajar ekstra karena kemampuan literasi masih kurang,” ungkap Nabila, di hadapan Rektor UMNU Kebumen, Dr. Imam Satibi, usai upacara Hardiknas di lingkungan madrasah, Sabtu (2/5/2026),

Ia menegaskan, kritik tersebut bukan hanya ditujukan kepada generasi lain, tetapi juga sebagai bentuk introspeksi diri. Kemudahan akses digital, menurutnya, sering kali membuat pelajar terlena dan mengabaikan pentingnya membaca sebagai fondasi utama pengetahuan.

Fenomena ini dinilai menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan. Lemahnya literasi tidak hanya berdampak pada kemampuan akademik, tetapi juga berpengaruh terhadap daya pikir kritis dan kemampuan analisis, yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi persaingan global.

Sementara itu, siswa lainya, Fania juga menyinggung pentingnya pemerataan akses pendidikan di Indonesia. Ia berharap pendidikan tidak hanya menjadi hak sebagian kalangan, tetapi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

“Pendidikan harus jadi prioritas. Aksesnya harus bisa dirasakan semua kalangan, dari bawah sampai atas. Karena maju mundurnya negara bergantung pada kualitas pendidikannya,” tegasnya.

Ia pun berharap sistem pendidikan ke depan tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga kualitas, khususnya dalam membangun budaya literasi yang kuat di kalangan generasi muda.

Peringatan Hardiknas tahun ini pun menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus digitalisasi, literasi tetap menjadi kunci utama dalam membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.(K24/*).

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.