Pemerintahan

Genjot Layanan Lewat Prinsip 5K-TA, PDAM Kebumen Bidik Laba Rp 8,2 Miliar

538
×

Genjot Layanan Lewat Prinsip 5K-TA, PDAM Kebumen Bidik Laba Rp 8,2 Miliar

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Perumda Air Minum Tirta Bumi Sentosa (PDAM) Kebumen terus menunjukkan kinerja positif dengan capaian laporan keuangan berpredikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Memasuki tahun 2026, perusahaan daerah ini menargetkan pemasangan sebanyak 3.571 Sambungan Rumah (SR) baru, dengan proyeksi laba setelah pajak mencapai Rp 8,2 miliar.

Dari target tersebut, estimasi dividen yang akan disetorkan kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen diperkirakan sebesar Rp 4,62 miliar. Namun demikian, manajemen PDAM optimistis mampu mendorong kinerja lebih maksimal hingga menembus angka Rp 5 miliar sebagai kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, PDAM Kebumen menggelar kegiatan Pembinaan Karyawan dan Training Motivasi Capacity Building di Trio Azana Style Hotel, Jumat (17/04/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Karyawan yang Handal dan Berdaya dalam Mewujudkan Pelayanan Air Minum Aman kepada Pelanggan” ini diikuti oleh 136 karyawan yang dibagi dalam dua sesi.

Direktur PDAM Kebumen, Zein Musta’in, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan menjadi fokus utama perusahaan, yang diwujudkan melalui penerapan prinsip 5K-TA.

“5K-TA meliputi Kualitas, Kuantitas, Kontinuitas, Keterjangkauan harga, serta Tekanan air yang stabil hingga ke pelanggan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran PDAM yang dinilai sebagai garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ia menekankan pentingnya inovasi dan digitalisasi layanan agar penanganan keluhan pelanggan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“PDAM tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga memiliki peran penting sebagai BUMD yang aktif dalam kegiatan sosial,” ujar Bupati.

Hal ini menunjukkan bahwa PDAM Kebumen tidak sekadar mengejar profit, tetapi juga hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Menghadapi potensi musim kemarau yang diprediksi mulai Juni mendatang, PDAM Kebumen telah menyiapkan langkah antisipasi melalui optimalisasi sumber air permukaan dari sungai dan waduk. Masyarakat juga diimbau untuk mulai beralih dari penggunaan air tanah ke air permukaan guna menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah penurunan muka tanah.

Direktur PDAM menambahkan, upaya tersebut perlu didukung dengan pembuatan lubang biopori dan sumur resapan di sekitar sumber air sebagai bentuk komitmen terhadap konservasi lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan air bersih.

Dengan dukungan penyertaan modal dari Pemerintah Daerah, PDAM Kebumen optimistis mampu terus menghadirkan layanan air minum yang ramah, solutif, dan terjangkau. Harga air untuk 10 meter kubik pertama pun tetap dijaga pada kisaran 4 persen dari Upah Minimum Provinsi (UMP), atau sekitar Rp 53.000, guna memastikan akses air bersih yang aman bagi seluruh masyarakat Kebumen.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.