KEBUMEN, Kebumen24.com – Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen (UMNU Kebumen) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan tinggi dengan membuka program kuliah jarak jauh (PJJ) serta jalur percepatan Sarjana (S1) yang dapat ditempuh hanya dalam waktu dua tahun melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Rektor UMNU Kebumen, Imam Satibi, menjelaskan penerapan sistem pembelajaran daring menjadi solusi efektif untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menekan biaya yang harus ditanggung mahasiswa.
“Pembelajaran jarak jauh ini membuat kuliah menjadi lebih efisien dan mudah diakses, terutama bagi mahasiswa yang berada di luar daerah,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, sistem daring memberikan banyak keuntungan, di antaranya penghematan biaya transportasi hingga kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga pendidikan tinggi menjadi lebih terjangkau bagi berbagai kalangan.
Selain itu, UMNU Kebumen juga menghadirkan program unggulan RPL yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan S1 dalam waktu lebih singkat. Melalui skema ini, pengalaman kerja maupun riwayat pendidikan sebelumnya dapat diakui dan dikonversi menjadi kredit akademik.
“Program ini sangat cocok bagi lulusan D2 dan D3 yang ingin melanjutkan ke jenjang S1 dengan waktu lebih efisien,” jelasnya.
Tak hanya bagi lulusan diploma, program ini juga membuka peluang bagi masyarakat yang sempat terhenti studinya untuk kembali melanjutkan pendidikan dan meraih gelar sarjana.
UMNU Kebumen menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau, sekaligus membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di era global.
Di sisi lain, langkah yang dilakukan UMNU Kebumen sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026 terkait penyesuaian pola kerja dan kegiatan akademik di perguruan tinggi.
Surat edaran yang disampaikan di Jakarta pada 2 April 2026 tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong efisiensi kerja dan penghematan energi nasional.
“Ini juga sebagai langkah antisipatif jika krisis global berkepanjangan, bahkan berpotensi menyamai situasi saat pandemi,” ungkap Brian.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyesuaian sistem pembelajaran tidak boleh menurunkan kualitas pendidikan. Justru, kebijakan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja yang lebih efisien dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Dalam kebijakan tersebut, perguruan tinggi diimbau menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara proporsional, khususnya bagi mahasiswa semester lima ke atas serta program pascasarjana. Sementara kegiatan yang membutuhkan interaksi langsung seperti praktikum dan layanan klinik tetap dilakukan secara tatap muka.
Optimalisasi platform digital juga didorong dalam berbagai aktivitas akademik, mulai dari bimbingan skripsi, seminar proposal, hingga rapat akademik guna mengurangi mobilitas.
Sebagai bentuk pengawasan, pimpinan perguruan tinggi diwajibkan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar kualitas pendidikan tetap terjaga.
Saat ini, UMNU Kebumen memiliki delapan program studi yang tersebar di tiga fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) meliputi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Pendidikan Olahraga. Selain itu, Fakultas Teknik dengan program studi Teknik Informatika dan Teknik Sipil, serta Fakultas Pertanian dan Peternakan dengan program studi Agroteknologi dan Peternakan.
Dengan visi menjadi perguruan tinggi berorientasi “PTNU Jasela Berdampak, Berkarakter, dan Mendunia pada tahun 2029”, UMNU Kebumen terus berupaya menghadirkan sistem pendidikan yang fleksibel, efisien, dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















