SEJARAH

Sejarah Desa Kedungjati: Dari Dua Desa Menjadi Satu Desa Mandiri

270
×

Sejarah Desa Kedungjati: Dari Dua Desa Menjadi Satu Desa Mandiri

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kedungjati, yang kini berada di Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang unik. Desa ini terbentuk dari penyatuan dua desa pada masa pasca kemerdekaan Indonesia, yaitu Desa Pejaten dan Desa Kedungbulus.

Pada zaman penjajahan Belanda, Desa Pejaten dipimpin oleh Bapak Cokro (Bapak Kramareja) dan berada di sebelah timur Kali Lowereng. Desa ini dikenal sebagai wilayah yang menentang penjajahan Belanda atau ikut mendukung Republik. Sementara itu, Desa Kedungbulus, yang dipimpin oleh Bapak Dulah Marsun (Bapak Marjo), terletak di sebelah barat Kali Lowereng dan wilayahnya sempat diduduki Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, sekitar tahun 1946, kedua desa ini sepakat menyatukan diri menjadi satu desa. Nama “Kedungjati” pun tercipta dari gabungan kata “Kedung” (dari Kedungbulus) dan “Jaten” (pohon jati, dari Pejaten). Sejak saat itu, Desa Kedungjati tetap eksis hingga sekarang.

Sejarah Desa Kedungjati dari tahun ke tahun:

  1. 1937 – Hutan rakyat dibeli secara paksa oleh pemerintah Belanda.
  2. 1946 – Desa Pejaten dan Desa Kedungbulus resmi digabung dengan kepala desa pertama Dulah Saeri.
  3. 1966 – Terjadi bencana kelaparan akibat gagal panen dan serangan wabah tikus.
  4. 1972 – Balai desa bagian timur dibangun di Dusun Pejaten.
  5. 1980 – R. Widjonarko terpilih sebagai kepala desa menggantikan Dulah Saeri (1980–1990).
  6. 1990–1999 – M. Tohir memimpin Desa Kedungjati menggantikan R. Widjonarko.
  7. 1999–2013 – Rahmat menjabat sebagai kepala desa.
  8. 2013–2019 – Giyono memimpin desa.
  9. 2019–sekarang – Hamid Isnaeni, S.Pd.I menjabat sebagai kepala desa.

Sejarah panjang Desa Kedungjati menunjukkan perjuangan dan kebersamaan masyarakat dalam menghadapi masa penjajahan hingga membangun desa mandiri yang berkelanjutan.

Sumber: Desa Kedungjati – Sejarah Desa

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.