KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kalibeji, yang kini menjadi salah satu desa di Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang menarik. Dahulu, wilayah ini terdiri dari tiga kelurahan, yakni Karanganyar, Kaligede, dan Krinjing.
Kelurahan Karanganyar mencakup wilayah Depok dan Pekandangan, dipimpin oleh Kepala Desa Cakrataruna. Kaligede meliputi wilayah Kaligede dan Pangempon dengan Kepala Desa Cakra Sanjaya. Sedangkan Krinjing mencakup Kruwok, Krinjing, dan Karangtiris dengan Kepala Desa Sanusi.
Sekitar tahun 1935, ketiga kelurahan ini digabung menjadi satu kelurahan bernama Kalibeji, yang dipimpin oleh Kepala Desa Cakra Sanjaya. Nama “Kalibeji” berasal dari gabungan dua kata, yakni Kali, yang berarti sungai yang melintas di Karanganyar dan Kaligede, serta Beji, yang berarti sumber mata air yang tidak pernah kering di Krinjing.
Pada tahun 1947, Desa Kalibeji sempat mengalami penyerbuan oleh tentara Belanda. Kepala Desa saat itu diganti oleh pihak Belanda, menunjuk Bapak Partaseja sebagai Kepala Desa. Setelah Belanda meninggalkan wilayah Sempor, Desa Kalibeji mengadakan pemilihan Kepala Desa dan dimenangkan oleh Bapak Sanrakip, yang memimpin dari 1947 hingga 1953.
Sejak saat itu, kepemimpinan Desa Kalibeji berganti beberapa kali:
- 1953–1963: Bapak Afandi
- 1964–1987: Bapak Kuat Budiman
- 1987–1988: Bapak Marsikun
- 1988–2006: Bapak Sutanto
- 2006–2007: Pj. Kepala Desa Bapak Edi Nugroho
- 2007–2018: Bapak Waluyo
- 2018–2019: Penjabat Kepala Desa Bapak Sisyanto, S.Sos
- 2019–sekarang: Kepala Desa Bapak Adman
Perjalanan panjang ini mencerminkan dinamika pemerintahan dan perkembangan Desa Kalibeji menjadi desa yang mandiri hingga saat ini.
Sumber: Desa Kalibeji – Sejarah Desa
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















