PERISTIWA

Tragis! Jatuh Saat Hendak Panen Jenitri, Petani di Sruweng Kebumen Tewas dan Satu Luka Parah

1002
×

Tragis! Jatuh Saat Hendak Panen Jenitri, Petani di Sruweng Kebumen Tewas dan Satu Luka Parah

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Nasib tragis menimpa dua petani di Kabupaten Kebumen saat memanen buah jenitri di sebuah kebun pegunungan. Pohon yang mereka panjat tiba-tiba tumbang, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di kebun milik warga bernama Kamari yang berada di Blok 8 Dusun Patok, RT 01 RW 02, Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Sayono (56), warga Dusun Patok, Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng. Sementara rekannya, Yatiman (54), mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Sruweng.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, peristiwa bermula saat kedua korban memanjat pohon jenitri untuk memanen buah di area kebun yang memiliki kontur pegunungan.

“Diduga pohon jenitri yang dipanjat korban sudah tua dan akarnya lapuk, sehingga tiba-tiba tumbang saat keduanya berada di atas pohon,” jelas Kapolres.

Berdasarkan keterangan saksi, kedua korban berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB menuju kebun yang berjarak kurang lebih dua kilometer dari permukiman warga. Sekitar pukul 09.00 WIB, saat keduanya berada di atas pohon dengan ketinggian belasan meter, pohon tersebut mendadak roboh.

Salah seorang saksi, Seja Kuswoyo, yang saat itu sedang mencari rumput sekitar 100 meter dari lokasi kejadian, mengaku mendengar suara keras seperti pohon tumbang disertai teriakan minta tolong.

Ketika mendatangi sumber suara, saksi mendapati kedua korban telah terjatuh ke tanah. Sayono ditemukan dalam kondisi tidak bergerak, sedangkan Yatiman mengalami luka dan mengeluh kesakitan.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu kemudian berdatangan untuk membantu proses evakuasi dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan pohon jenitri yang dipanjat memiliki tinggi sekitar 16 meter. Pohon tersebut diduga tumbang karena kondisi akar yang sudah lapuk dan berlubang.

Petugas juga menemukan sejumlah peralatan panen di lokasi, di antaranya tangga bambu, tali plastik, serta alat pemanen dari bambu yang biasa digunakan untuk memetik buah jenitri.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia mengalami sejumlah luka serius akibat benturan keras saat terjatuh. Sementara korban luka mengalami robek pada bagian pelipis dan kening serta patah tulang pada tangan kanan.

Petugas dari Polsek Sruweng, tim Inafis Polres Kebumen, tenaga kesehatan Puskesmas Sruweng, serta unsur TNI dan perangkat desa setempat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi.

Kapolres menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja saat memanen buah jenitri.(K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.