KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Banjarsari di Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, menyimpan kisah panjang yang berawal dari legenda para tokoh pendiri hingga perjalanan sejarah pemerintahan desa yang penuh dinamika.
Sebelum dikenal sebagai Desa Banjarsari, wilayah ini merupakan gabungan dari dua desa, yakni Desa Kagungan dan Desa Tumapel. Masing-masing desa memiliki struktur pemerintahan sendiri yang dipimpin oleh kepala desa serta terdiri dari beberapa pedukuhan.
Desa Kagungan terdiri dari Pedukuhan Kagungan dan Mawanan. Cikal bakal wilayah ini diyakini berasal dari sosok Mbah Agung Banda Yuda yang konon memiliki hubungan dengan Keraton Ngayogyakarta. Sementara itu, Pedukuhan Mawanan memiliki tokoh leluhur bernama Mbah Somawana.
Di sisi lain, Desa Tumapel juga terdiri dari dua pedukuhan, yakni Pedukuhan Tumapel dan Ndukuh. Pedukuhan Tumapel memiliki cikal bakal Mbah Kyai Zahro, sedangkan Pedukuhan Ndukuh berasal dari Mbah Kyai Korowelang.
Peristiwa penting terjadi pada tahun 1940, saat pemerintahan Bupati Kolopaking. Kedua desa tersebut resmi digabungkan menjadi satu wilayah administratif dalam sebuah prosesi bersejarah yang dilaksanakan di perbatasan kedua desa.
Dalam momentum tersebut juga digelar pemilihan kepala desa melalui metode tradisional yang dikenal dengan istilah “dodokan.” Hasilnya, Raden Soeroso terpilih sebagai Kepala Desa pertama Banjarsari, dengan penyaksian langsung dari Bupati Kolopaking.
Nama “Banjarsari” dipilih bukan tanpa makna. Secara filosofis, nama ini menggambarkan kondisi pedukuhan yang tersusun berbanjar atau berjajar rapi, dengan harapan desa tersebut menjadi wilayah yang indah, tertata, dan nyaman. Filosofi “Berbanjar Nampak Asri” mencerminkan doa agar desa terus berkembang menjadi tempat yang makmur.
Harapan tersebut juga diperkuat dengan pepatah Jawa “tukul kang sarwo tinandur, murah kang sarwo tinuku,” yang bermakna setiap usaha yang ditanam akan membuahkan hasil baik, serta segala kebutuhan dapat terpenuhi dengan mudah.
Raden Soeroso memimpin Desa Banjarsari sejak tahun 1940 hingga 1965, menjadi tonggak awal perjalanan pemerintahan desa. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh sejumlah tokoh yang turut berkontribusi dalam pembangunan desa hingga saat ini.
Berikut daftar Kepala Desa Banjarsari dari masa ke masa:
- Raden Soeroso (1940–1965)
- Pjs Soedarman (1966)
- Tumingan (1967–1990)
- Tien Sukasri (1990–1998)
- Pjs Swidiyono (1999)
- Kasman (1999–2004)
- Pjs Ahmad Ngaisom, S.Sos (2004)
- Dwi Santoso (2005–2011)
- Sunardi (2011–2017)
- Martono (2017–2023)
- Tri Budi Wahono, ST. (2023–sekarang)
Hingga kini, Desa Banjarsari terus berkembang dengan tetap menjaga nilai sejarah dan kearifan lokal yang menjadi identitasnya.
Sumber: website Desa Banjarsari Ambal
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















