SEJARAH

Menelusuri Jejak Sejarah Desa Kaliwungu: Dari Empat Pedukuhan hingga Menjadi Desa Sejak 1928

405
×

Menelusuri Jejak Sejarah Desa Kaliwungu: Dari Empat Pedukuhan hingga Menjadi Desa Sejak 1928

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Di balik kehidupan masyarakat yang berkembang saat ini, Desa Kaliwungu menyimpan kisah sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri. Desa yang berada di Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen ini secara resmi terbentuk sebagai pemerintahan desa pada sekitar tahun 1928.

Sebelum berdiri sebagai satu desa, wilayah Kaliwungu dulunya terdiri dari beberapa pedukuhan yang memiliki kepemimpinan masing-masing. Setidaknya terdapat empat wilayah pedukuhan yang menjadi cikal bakal Desa Kaliwungu, yaitu Tegalsari, Kedawung, Krakitan, dan Kraganalan.

Pada masa itu, setiap pedukuhan dipimpin oleh seorang lurah dengan nama yang hingga kini masih dikenang dalam sejarah desa. Lurah Tegalsari dipimpin oleh San Ngali, Kedawung oleh Tanuwijaya, Krakitan oleh Gumbril, dan Kraganalan oleh Bodong.

Seiring perjalanan waktu, pada tahun 1928 keempat pedukuhan tersebut kemudian digabungkan menjadi satu pemerintahan desa dengan nama Desa Kaliwungu. Penggabungan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pemerintahan desa sekaligus awal perjalanan kepemimpinan desa secara terpadu.

Sejak saat itu, sejumlah tokoh telah memimpin dan mengemban amanah sebagai Kepala Desa Kaliwungu. Berikut daftar kepala desa yang pernah menjabat:

  • Abdullah (1928 – 1945)
  • Atmasenotono (1946 – 1985)
  • Soenaryo HS. (1985 – 1994)
  • Iman Tauhid (1994 – 2000)
  • Soenaryo HS. (2001 – 2006)
  • Agus Parwoto (2007 – 2013)
  • Agus Arifin (2013 – 2019)
  • Agus Arifin (2019 – sekarang)

Perjalanan panjang kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari dinamika pembangunan desa, mulai dari masa awal kemerdekaan hingga era modern saat ini. Setiap kepala desa memiliki peran dalam membangun dan menjaga keberlangsungan pemerintahan serta kehidupan sosial masyarakat Kaliwungu.

Sejarah ini tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi muda tentang asal-usul dan perjalanan desa mereka. Dengan memahami sejarahnya, masyarakat diharapkan dapat terus menjaga nilai kebersamaan dan semangat membangun desa ke arah yang lebih maju.

Sumber: Website resmi Pemerintah Desa Kaliwungu.

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.