PERISTIWA

Hilang Terseret Ombak di Pantai Suwuk, Nelayan Asal Banjarnegara Ditemukan Meninggal Dunia

571
×

Hilang Terseret Ombak di Pantai Suwuk, Nelayan Asal Banjarnegara Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Upaya pencarian intensif selama tiga hari akhirnya membuahkan hasil. Seorang nelayan yang dilaporkan hilang akibat terseret ombak di Pantai Suwuk, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu pagi, 25 Maret 2026.

Korban diketahui bernama Agus Setiawan (42), warga Desa Pucung Bedug RT 03 RW 02, Kecamatan Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara. Ia sebelumnya dilaporkan hilang saat menjaring ikan di perairan Pantai Suwuk pada Senin (23/3) sore.

Koordinator Tim SAR, Rowidin, menjelaskan operasi pencarian yang dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap melalui Unit Siaga SAR (USS) Kebumen memasuki hari ketiga (H3) dengan hasil yang memastikan nasib korban.

“Korban ditemukan pada pukul 09.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 1,48 Nautical Mile dari lokasi kejadian perkara,” jelasnya.

Sebelumnya, laporan kejadian diterima dari Mutholib pada Senin (23/3) pukul 17.10 WIB. Berdasarkan informasi, insiden bermula sekitar pukul 15.45 WIB saat korban tengah menjaring ikan. Diduga korban terseret ombak besar hingga hilang dari pantauan. Warga yang mengetahui kejadian segera melaporkan ke petugas pos jaga untuk dilakukan pencarian.

Memasuki hari ketiga, operasi SAR dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan pelaksanaan briefing dan pembagian tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran darat ke arah timur sejauh 2 kilometer dari lokasi kejadian, sementara SRU 2 menyisir perairan menggunakan perahu LCR dengan jangkauan hingga ±3 Nautical Mile.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil saat korban ditemukan di koordinat 7°47’8.91″S 109°29’2.65″T. Setelah proses identifikasi, dipastikan bahwa jasad yang ditemukan merupakan nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Gombong untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan ditemukannya korban, pada pukul 10.00 WIB Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dan mengusulkan penutupan operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing disertai apresiasi atas kerja sama yang solid selama proses pencarian berlangsung.

Dalam operasi tersebut, berbagai peralatan dikerahkan, antara lain satu unit rescue car carrier, satu unit perahu LCR, satu set peralatan SAR air lengkap, dua set peralatan medis, serta dua set alat komunikasi guna menunjang kelancaran operasi di lapangan.

Kondisi cuaca selama pencarian dilaporkan berawan. Meski demikian, seluruh personel tetap mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap proses pencarian.

Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan wisatawan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya gelombang laut serta selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di wilayah perairan.

‘’Dengan demikian, Operasi SAR terhadap korban secara resmi dinyatakan selesai,’’pungkasnya.(K24/*).

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.