Pemerintahan

Hasil Rukyat Hilal Awal Syawal 1447 H di Kebumen: Idul Fitri Sama, Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

628
×

Hasil Rukyat Hilal Awal Syawal 1447 H di Kebumen: Idul Fitri Sama, Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

Sebarkan artikel ini
Rukyat Hilal di Pantai Pedalen, Kebumen – Dr. H. Makruf Widodo memimpin pengamatan hilal untuk menentukan awal Syawal 1447 H. (Foto: Kemenag Kebumen)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Kantor Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan ini dilakukan berdasarkan hasil rukyat hilal yang dilaksanakan di Pos Observasi Bulan Pantai Pedalen, Kecamatan Ayah, pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026.

Kasi Bimas Islam Kemenag Kebumen, Dr. H. Makruf Widodo, S.Ag, M.Pd.I.Ag, M.S.I, memimpin rukyat hilal. Ia menjelaskan bahwa hilal tidak terlihat secara kasat mata karena posisi bulan masih rendah dan kondisi cuaca bervariasi antara cerah dan berawan.

“Hasil pengamatan menunjukkan hilal berada pada tinggi +2° 52’ dari ufuk dengan lama bulan di atas ufuk 8 menit 24 detik. Selisih azimut hilal terhadap matahari adalah 4° 31’ di sebelah utara matahari. Berdasarkan penghitungan ini, hilal tidak terlihat,” jelas Makruf Widodo.

Observasi dilakukan dengan sistem Ephemeris menggunakan algoritma Ephemerides Lunairre Parisienne (ELP) 2000–82, perbaikan dari algoritma Jean Meeus, untuk memastikan akurasi posisi hilal dan matahari saat ijtima’ (konjungsi). Ijtima’ terjadi pada Kamis pagi, 19 Maret 2026, pukul 08:23 WIB, sementara matahari terbenam pukul 17:55 WIB.

Penetapan Idul Fitri ini juga disahkan melalui sidang isbat di Jakarta yang dipimpin Menteri Agama, Nasaruddin Umar, di Auditorium HM Rasjidi, Kemenag, Kamis (19/3/2026). Sidang menggabungkan metode hisab dan rukyatul hilal, melibatkan unsur pemerintah, ulama, dan pakar astronomi dari seluruh Indonesia.

Berdasarkan hasil sidang, 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Meskipun beberapa organisasi Islam, seperti Muhammadiyah, menetapkan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan saling menghormati perbedaan penetapan hari raya.

“Keputusan ini menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di Indonesia,” kata Nasaruddin Umar dalam konferensi pers.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.