Pendidikan

Gandeng Media, Dinsos P3A Kebumen Siap Wujudkan Kabupaten Layak Anak

627
×

Gandeng Media, Dinsos P3A Kebumen Siap Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Komitmen menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) terus diperkuat. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kebumen menggelar kegiatan Penguatan Peran Lembaga Masyarakat, Dunia Usaha, dan Media Massa di Ruang Co Working Space Setda Kebumen, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Yuli Sulistyanto atau Yuli BDN dari Yayasan Setara Jawa Tengah sebagai pemateri. Peserta terdiri dari perwakilan lembaga masyarakat, dunia usaha, hingga insan media di Kabupaten Kebumen. Forum ini menjadi bagian penting dari persiapan evaluasi Kabupaten Layak Anak tahun 2026.

Kabid PPPA Dinsos P3A Kebumen, Dr. Sri Fatmahwati, M.Sc., menegaskan bahwa penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kebumen sebagai Kabupaten Layak Anak.

“Hari ini kita mengundang lembaga masyarakat, dunia usaha, dan media untuk sosialisasi hak-hak anak. Kebumen sedang menuju Kabupaten Layak Anak. Prosesnya sudah sampai penyusunan Perda tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak, tahap harmonisasi sudah selesai dan segera kita serahkan ke DPRD,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program KLA tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Peran aktif masyarakat, dunia usaha, hingga media massa sangat menentukan.

“Untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak tidak cukup hanya pemerintah. Semua unsur harus terlibat dan berperan bersama,” tegasnya.

Fatmahwati mengungkapkan, penguatan program KLA juga dilatarbelakangi meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Kebumen.

Data menunjukkan pada tahun 2024 tercatat 66 kasus, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 145 kasus.

“Kasus 2025 cukup tinggi, salah satunya didominasi anak-anak yang mengikuti aksi demonstrasi,” ungkapnya.

Di Kebumen, kasus kekerasan terhadap anak paling banyak terjadi dalam bentuk kekerasan seksual, dengan pelaku umumnya berasal dari lingkungan terdekat korban. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memperkuat sistem perlindungan anak berbasis keluarga dan masyarakat.

Dalam penilaian Kabupaten Layak Anak, terdapat lima klaster indikator utama, yakni:

  1. Pemenuhan hak sipil dan kebebasan anak
  2. Lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif
  3. Kesehatan dasar dan kesejahteraan
  4. Pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya
  5. Perlindungan khusus

Saat ini, Kebumen telah meraih predikat KLA kategori Madya. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan ke kategori Nindya, seiring pengesahan Perda tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak.

“Kita saat ini kategori Madya. Target kita naik ke Nindya dengan terbentuknya Perda Kabupaten Layak Anak. Semoga bisa terwujud,” pungkas Fatmahwati.

Dengan kolaborasi media, lembaga masyarakat, dan dunia usaha, Kebumen optimistis dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak – sekaligus menekan angka kekerasan yang masih menjadi tantangan bersama.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.