KEBUMEN, Kebumen24.com — Bahasa ngapak kembali menggema dan membakar semangat generasi muda di Kabupaten Kebumen. Sebanyak 52 pelajar SMA/SMK sederajat ambil bagian dalam Festival Bahasa Ibu 2026 bertajuk NGAPAKIN (Ngulik dan Apresiasi Bahasa Ibu sebagai Kekuatan Identitas Generasi Masa Kini) yang digelar Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia (HMP PBI) FKIP Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen.
Festival ini bukan sekadar lomba, melainkan gerakan kultural untuk merawat bahasa ibu di tengah derasnya arus globalisasi yang kian menggeser penggunaan bahasa daerah.
Tahap seleksi berlangsung pada 8 Februari 2026 dengan dua cabang lomba, yakni Geguritan dan Ndopak (Ndongeng Ngapak). Tercatat 30 peserta mengikuti geguritan dan 22 peserta berlaga di cabang ndopak.
Puncak acara digelar di Aswaja Center UMNU Kebumen, Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar. Suasana meriah berpadu nuansa kultural yang kental, menghadirkan kebanggaan tersendiri terhadap bahasa ibu khas Kebumen.
Acara resmi dibuka Wakil Rektor I Bidang Akademik, Rennnati Lunahdiyah Aprilia, M.P. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen kampus dalam menjaga eksistensi bahasa ibu.
“Melalui Festival Bahasa Ibu 2026 ini, UMNU Kebumen menegaskan bahwa bahasa ibu bukan sekadar alat komunikasi, tetapi kekuatan identitas, pendidikan karakter, dan peradaban yang tetap relevan menjawab tantangan generasi masa kini. Ngapak ora ilang, malah tambah gemilang!” tegasnya.
Ketua HMP PBI, Ida Nur Laeli, menyebut festival ini sebagai ikhtiar kolektif menjaga keberlanjutan bahasa daerah sebagai identitas kultural generasi muda.
Sementara itu, Kaprodi PBI, Muchlas Abror, M.A., menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai yang hidup dalam bahasa ibu. Bahasa ngapak, sebagai bahasa keseharian masyarakat Kebumen, dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun identitas dan kepribadian generasi muda.
Dekan FKIP, Dr. Alek Andika, M.Pd., turut menyoroti eksistensi bahasa ibu yang mulai tergerus zaman. Ia menegaskan bahasa daerah bukan bahasa pinggiran, melainkan sumber nilai, pengetahuan, dan kearifan lokal yang wajib dirawat, baik di ruang akademik maupun di tengah masyarakat.

Dukungan pemerintah daerah tampak melalui kehadiran Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen, Sigit Dwi Purnomo, M.Si. Ia menekankan pentingnya sinergi akademik dan birokrasi dalam meningkatkan indeks literasi serta mendokumentasikan karya berbahasa daerah sebagai memori kolektif budaya.
Puncak kegiatan diisi kuliah umum oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi E, dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci perubahan masa depan bangsa.
“Kesuksesan tidak hanya soal kecerdasan, tetapi passion dan effort yang konsisten — grit,” ujarnya di hadapan peserta.
Momen khidmat terjadi saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Prodi PBI UMNU Kebumen dan Disarpus Kabupaten Kebumen sebagai komitmen kolaborasi dalam penguatan literasi dan kearsipan budaya lokal. Langkah ini menjadi tonggak penting menjaga keberlanjutan karya sastra daerah agar tidak hilang ditelan zaman.
Berikut Daftar Juara Festival Bahasa Ibu 2026
Cabang Geguritan:
- Novita Khadiqotul Fuadah — SMA Negeri 2 Kebumen
- Fika Nurul Aolia — SMK Ma’arif 6 Ayah
- Azkiya Zahrotul Ulya — SMA Negeri Banyumas
Cabang Ndopak (Ndongeng Ngapak):
- Saffa Anggita Auliya — SMA Negeri 1 Kutowinangun
- Akhisya Restianti — MAN 2 Kebumen
- Raffly Nurhangga Ramadhan — SMK Negeri 2 Kebumen.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















