KEBUMEN, Kebumen24.com – Penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Kebumen bakal berlangsung dari lokasi yang tak biasa. Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kebumen (PCNU) Kebumen dijadwalkan menggelar rukyatul hilal di Menara Mercusuar Tanggulangin, Kecamatan Klirong, pada Selasa, 17 Februari 2026.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, Imam Satibi, menyampaikan pemilihan mercusuar sebagai titik observasi merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat kapasitas pengamatan falakiyah di daerah.
“Menara Mercusuar Tanggulangin dinilai lebih representatif untuk rukyatul hilal, terutama saat posisi matahari terbenam berada di sisi selatan,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Mercusuar Tanggulangin yang berada sekitar 40 meter di atas permukaan laut menawarkan pandangan luas ke arah ufuk barat. Secara geografis, lokasi ini relatif bebas dari halangan pegunungan tinggi—faktor krusial dalam menentukan visibilitas hilal saat matahari terbenam.
Tim Lembaga Falakiyah PCNU Kebumen sebelumnya telah melakukan beberapa kali observasi lapangan. Hasilnya, ufuk barat dari puncak mercusuar memiliki karakteristik ideal, terutama ketika Matahari berada di selatan garis khatulistiwa. Pada fase ini, titik terbenam Matahari cenderung bergeser ke barat daya sehingga tidak terhalang perbukitan di sisi utara.
Namun, pengamatan tetap membutuhkan analisis data ephemeris dan pengukuran sudut elevasi horizon secara presisi. Pasalnya, saat deklinasi Matahari bernilai positif (di utara khatulistiwa), azimut terbenamnya bergeser ke barat laut dan berpotensi tertutup kontur bukit.
Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Kebumen, Maryanto, M.Sc., menjelaskan rukyatul hilal di Mercusuar Tanggulangin merupakan langkah diversifikasi lokasi pengamatan.
Selama ini, observasi hilal di Kebumen lebih terpusat di POB Pedalen, Kecamatan Ayah. Dengan adanya titik alternatif yang telah diuji secara empiris dan dikaji astronomis, peluang keberhasilan rukyat diharapkan semakin meningkat.
“Inisiatif ini bagian dari penguatan observasi falakiyah agar lebih adaptif terhadap dinamika posisi Matahari dan Bulan sepanjang tahun,” jelasnya.
Langkah ini menegaskan komitmen PCNU Kebumen dalam menjaga tradisi penentuan awal bulan hijriah melalui metode rukyat yang menjadi pedoman Nahdlatul Ulama—dengan pendekatan ilmiah yang terukur dan profesional.
Jika cuaca mendukung, Mercusuar Tanggulangin berpotensi menjadi salah satu titik strategis penentuan awal Ramadan 1447 H di pesisir selatan Jawa Tengah.
Masyarakat pun menantikan hasil rukyatul hilal yang akan menjadi penentu dimulainya bulan suci Ramadan bulan penuh berkah yang selalu dirindukan umat Islam.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















