PERISTIWA

Tragis! Bocah 7 Tahun Tenggelam di Sungai Seliling Alian, Ditemukan Tak Bernyawa

1031
×

Tragis! Bocah 7 Tahun Tenggelam di Sungai Seliling Alian, Ditemukan Tak Bernyawa

Sebarkan artikel ini

ALIAN, Kebumen24.com — Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun yang dilaporkan tenggelam di Sungai Seliling, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (27/1/2026) sore.

Korban ditemukan sekitar pukul 17.50 WIB, atau lebih dari dua jam setelah dilaporkan hanyut terbawa arus. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Petugas Basarnas Cilacap, Rowidin, menjelaskan laporan kejadian pertama kali diterima dari Pusdalops BPBD Kebumen sekitar pukul 16.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas bersama unsur SAR gabungan segera bergerak menuju lokasi kejadian dan melakukan koordinasi lintas instansi.

“Kami menerima laporan sore hari, kemudian langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan tim SAR gabungan dari TNI, Polri, BPBD, PMI, serta unsur lainnya. Alhamdulillah korban akhirnya ditemukan, meski dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Rowidin.

Korban diketahui berinisial KR (7), seorang pelajar sekolah dasar warga RT 01 RW 04 Dukuh Duku, Desa Seliling, Kecamatan Alian. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga terpeleset saat mandi atau bermain air di sungai, kemudian terseret arus yang saat itu cukup deras.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, ketika kondisi Sungai Seliling sedang banjir akibat kiriman air dari wilayah hulu. Debit air yang meningkat dan arus yang deras membuat korban dengan cepat hanyut.

Menurut Rowidin, korban ditemukan sejauh sekitar 1,2 kilometer dari lokasi awal kejadian. Proses pencarian dilakukan dengan metode penyisiran manual di sepanjang aliran sungai, mengingat kondisi medan dan arus tidak memungkinkan penggunaan perahu.

“Pencarian dilakukan dengan menyisir sungai secara merapat. Arus pada saat kejadian cukup deras dan kedalaman sungai juga tinggi, sehingga proses pencarian membutuhkan waktu lebih dari dua jam,” jelasnya.

Saksi mata yang juga teman bermain korban sempat melihat kepala korban muncul di permukaan air sekitar 50 meter dari lokasi awal, namun tidak berani menolong karena kondisi arus yang berbahaya. Tidak ada orang dewasa di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung.

Operasi pencarian melibatkan BPBD Kabupaten Kebumen, Basarnas Cilacap, Polsek Alian, PMI Kebumen, Pemerintah Desa Seliling, Forkopimcam Alian, serta warga setempat. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Di akhir keterangannya, Rowidin mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di musim hujan.

“Kami mengimbau orang tua agar selalu mengawasi putra-putrinya. Saat musim hujan, potensi banjir dan arus sungai sangat berbahaya. Mudah-mudahan kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.