KEBUMEN, Kebumen24.com — Pemerintah Kabupaten Kebumen terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Gebyar Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026 sekaligus Sosialisasi Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) 2026 yang digelar di Pendopo Kabumian, Senin (19/1/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Kebumen ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor, sekaligus mencegah potensi penyimpangan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, jajaran Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, hingga Lurah se-Kabupaten Kebumen.
Kepala BPKPD Kabupaten Kebumen, Aden Andri Susilo, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan daerah agar semakin profesional dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Fokus utama kami adalah optimalisasi pendapatan daerah untuk mendukung visi Kebumen Berdaya, yakni Beriman, Maju, Sejahtera, dan Berbudaya,” ujar Aden.
Ia mengungkapkan, berdasarkan proyeksi tahun 2026, struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kebumen mengalami pergeseran signifikan. Retribusi Daerah diproyeksikan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 52 persen, melampaui Pajak Daerah yang berada di angka 41 persen. Sisanya berasal dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan sebesar 5 persen dan Lain-lain PAD yang Sah sebesar 1 persen.
Sebagai perbandingan, pada realisasi tahun 2025, Retribusi Daerah bahkan mendominasi hingga 85 persen. Sementara itu, komposisi Pajak Daerah 2025 dipimpin oleh PBB-P2 sebesar 10,05 persen, disusul Opsen PKB 9,74 persen, serta PBJT Tenaga Listrik 7,69 persen.
Perkuat Sinergi dan Apresiasi Kinerja Terbaik
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kebumen juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan Bank Jateng Cabang Kebumen serta Kantor Pertanahan Kabupaten Kebumen, sebagai upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah.
Selain itu, pemerintah daerah memberikan penghargaan kepada instansi dengan kinerja terbaik sepanjang tahun 2025, di antaranya:
- Pengelola Barang Milik Daerah (BMD) Terbaik: BKPSDM, Kecamatan Pejagoan, Puskesmas Alian (BLUD), dan SDN Banyurata Kecamatan Adimulyo.
- Pengelola BLUD Terbaik 2025: Puskesmas Kebumen 3.
- Pelaporan Keuangan Tercepat dan Tepat: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Kecamatan Sadang.
- Penyerapan Anggaran Terbaik: Disdukcapil dan Kecamatan Rowokele.
- Pengelolaan Anggaran Terbaik: Diskominfo dan Kelurahan Panjatan.
- Pengelolaan Pendapatan Retribusi Terbaik: DLHKP.
Sementara itu, penghargaan Lunas PBB-P2 2025 sebelum jatuh tempo diraih oleh Kecamatan Mirit, Bonorowo, Padureso, Poncowarno, dan Buayan.
Bupati Tegaskan Antikorupsi dan Bebas Konflik Kepentingan
Dalam sambutannya, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa setiap rupiah APBD harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Saya tegaskan kembali, saya dan keluarga tidak akan ikut campur dalam proyek-proyek pemerintah daerah. Tidak ada ruang untuk konflik kepentingan. Prinsip ini saya pegang teguh untuk menjaga kepercayaan publik,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan PKPT 2026, Bupati meminta seluruh Kepala OPD untuk lebih proaktif dalam mitigasi risiko serta pencegahan korupsi sejak dini. Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, melainkan komitmen profesional dalam memberikan pelayanan publik yang jujur dan bertanggung jawab.
Berdasarkan data hingga 13 Januari 2026, Kecamatan Kebumen tercatat sebagai wilayah dengan tingkat pelunasan PBB per desa tertinggi, disusul Kecamatan Ambal dan Puring. Pemerintah daerah pun terus mendorong kecamatan lainnya agar mengoptimalkan pemungutan pajak demi memastikan target pembangunan tahun 2026 dapat tercapai sesuai rencana.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















