KEBUMEN, Kebumen24.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Fokus utama di tahun anggaran 2025 adalah pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Kebumen.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Pemkab Kebumen menargetkan peningkatan konektivitas antarwilayah guna memperlancar arus transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Infrastruktur yang baik diharapkan tidak hanya mempercepat mobilitas warga, tetapi juga membuka akses baru bagi sektor ekonomi, pendidikan, dan pariwisata.
Kepala DPUPR Kabupaten Kebumen, Joni Hernawan, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Kurnia Hadi, menjelaskan bahwa pada tahun 2025, Pemkab Kebumen membangun jalan sepanjang 48,05 kilometer yang tersebar di 59 titik pada 23 kecamatan. Total pagu anggaran untuk program ini mencapai Rp 138 miliar, yang bersumber dari anggaran murni dan perubahan tahun 2025.
“Dari total panjang tersebut, sekitar 17 kilometer ruas jalan kabupaten telah selesai pengerjaannya,” jelas Kurnia, Selasa (4/11/2025).
Beberapa ruas jalan yang telah rampung antara lain Jalan Gentan–Miritpetikusan, Jalan Jatisari–Bocor, Jalan Sadangwetan–Kedunggong, Jalan Krakal–Pujotirto, serta Jalan Kretek–Giyanti. Peningkatan kualitas jalan-jalan tersebut diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat di wilayah pedesaan menuju pusat ekonomi dan pelayanan publik.
Sementara itu, masih terdapat sekitar 31,05 kilometer ruas jalan yang tengah dalam proses pembangunan di berbagai wilayah. Kurnia menegaskan bahwa seluruh proyek tersebut ditargetkan selesai tepat waktu dan sesuai dengan standar kualitas teknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Selain pembangunan jalan, Pemkab Kebumen juga memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan dan perbaikan jembatan. Pada tahun ini, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,97 miliar untuk kegiatan pembangunan dan pemeliharaan jembatan.
“Satu jembatan baru dibangun di Desa Kedungjati, Kecamatan Sempor, dengan pagu anggaran Rp 2,14 miliar. Sementara itu, kegiatan pemeliharaan dan perbaikan jembatan dilakukan di 21 titik dengan total anggaran mencapai Rp 4,8 miliar,” paparnya.
Tak hanya itu, untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan infrastruktur yang telah dibangun, Pemkab Kebumen juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 15 miliar guna pemeliharaan rutin jalan di 26 kecamatan. Program pemeliharaan ini mencakup tambal sulam, perbaikan bahu jalan, serta peningkatan drainase guna memperpanjang usia jalan dan menjamin keselamatan pengguna.
“Pemeliharaan jalan ini penting agar ruas-ruas yang sudah dibangun tetap dalam kondisi baik dan bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” tambah Kurnia.
Melalui serangkaian pembangunan tersebut, Pemkab Kebumen optimistis bahwa infrastruktur transportasi yang kuat dan merata akan mempercepat aktivitas ekonomi dan memperkuat hubungan sosial antarwilayah.
“Pembangunan infrastruktur bukan hanya soal fisik jalan dan jembatan, tetapi juga tentang pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan infrastruktur yang baik, ekonomi lokal akan bergerak lebih cepat, dan kualitas hidup warga semakin meningkat,” pungkasnya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















