KEBUMEN, Kebumen24.com – Menjelang pelaksanaan Konferensi Komisariat (Konferkom), PKPT IPNU–IPPNU Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Talkshow pada Minggu, 23 November 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Menata Arah, Meneguhkan Marwah: Regenerasi Kader dalam Bingkai Ahlussunnah wal Jama’ah” sebagai upaya menyiapkan kader yang berintegritas, adaptif, serta memiliki fondasi nilai yang kokoh.
Hadir Wakil Rektor 1 UMNU Kebumen, Rennanti Lunandiyah Aprilia, M.P., mewakili Rektor sekaligus pembina organisasi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa harus menjadi ruang tumbuh yang menghargai proses, memperkuat kapasitas, serta melahirkan kader yang mampu memberi dampak sosial nyata di tengah masyarakat.
Sesi talkshow berlangsung dinamis dengan paparan materi dari sejumlah narasumber. Rennanti Lunandiyah Aprilia, M.P., menyampaikan materi bertema “Dari Organisasi ke Ekonomi Berdaya dan Berdampak.” Ia mengajak peserta untuk memaknai pengalaman berorganisasi sebagai modal sosial yang dapat menguatkan kemandirian ekonomi di masa depan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Taufiq Hidayat, M.Pd., pembina Jarkominfo, yang menekankan pentingnya literasi digital, tata kelola komunikasi organisasi, serta kemampuan mengelola informasi secara bijak di tengah arus distraksi digital. Sementara itu, Trio Agustin, S.Pd., menggarisbawahi bahwa kaderisasi merupakan proses menyalakan kesadaran kepemimpinan sekaligus menjaga marwah organisasi melalui komitmen yang konsisten.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis yang dipandu oleh rekan dan rekanita dari PC IPNU–IPPNU. Peserta mendapatkan materi terkait tata kelola administrasi, mekanisme pelaporan, hingga strategi penyusunan program kerja yang efektif dan terukur. Sesi ini menegaskan bahwa organisasi yang kuat lahir dari manajemen yang rapi, komunikasi solid, serta kader yang memahami peran dan tanggung jawabnya.

Ketua PK IPNU, Rekan Sigit Setiawan, dan Ketua PK IPPNU, Rekanita Tri Pangestuti, menegaskan regenerasi bukan sekadar pergantian struktur, melainkan pembaruan pola pikir agar organisasi tetap relevan menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan pra-Konferkom ini menjadi ruang refleksi bahwa IPNU–IPPNU harus hadir sebagai generator perubahan: dari pengalaman organisasi menuju kontribusi masyarakat, dari teori menuju gerakan nyata.
“Dengan semangat kebersamaan dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, kegiatan ini diharapkan melahirkan kepengurusan yang lebih matang, responsif, dan berdaya guna,” ujarnya.(k24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















