KEBUMEN, Kebumen24.com – Kabupaten Kebumen bersiap menjadi pusat perhatian nasional menyusul terpilihnya daerah ini sebagai tuan rumah Program Nasional “Perintis Berdaya” yang digagas Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Program berskala besar yang mengusung tema “Berdaya Finansial: Langkah Bersama untuk Usaha Mikro” ini akan berlangsung selama tiga hari, 6–8 November 2025.
Kehadiran Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dijadwalkan menjadi puncak acara dalam gelaran pemberdayaan ekonomi rakyat tersebut, besok Jumat, 7 November 2025. Pemerintah Kabupaten Kebumen menyambut hangat agenda ini dan tengah melakukan berbagai persiapan teknis untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal.
Berdasarkan data yang dihimpun, Kamis 6 November 2025 menyebutkan, Kabupaten Kebumen tercatat memiliki 50.322 pelaku UMKM, dan sebanyak 200 pelaku usaha mikro menjadi sasaran utama kegiatan Perintis Berdaya tahun ini. Program ini merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan literasi keuangan, pendampingan bisnis, hingga perluasan jejaring pemasaran.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti Workshop Pemberdayaan UMKM yang difasilitasi oleh Tim INamikro. Materi pelatihan mencakup strategi pengembangan usaha, manajemen keuangan digital, hingga trik meningkatkan daya saing produk lokal di era social commerce.
Di sisi lain, publik juga dapat menikmati Bazar dan Pameran UMKM Kebumen yang menampilkan produk-produk unggulan mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga fashion lokal. Agenda ini diharapkan menjadi wadah promosi sekaligus peluang memperluas jejaring usaha antar pelaku UMKM.
Puncak kegiatan akan diisi dengan Dialog Interaktif bersama Menko PM, Cak Imin, yang dijadwalkan berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM, akademisi, komunitas usaha, serta pemangku kepentingan daerah. Dialog ini akan membahas strategi memperkuat ekosistem ekonomi inklusif dan berkeadilan berbasis potensi lokal.
Selain itu, Menko PM bersama Wakil Menteri Perindustrian serta jajaran kementerian terkait akan melakukan kunjungan lapangan ke beberapa sentra UMKM di Kebumen. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi pusat untuk melihat secara langsung inovasi, tantangan, serta praktik baik yang telah dilakukan pelaku usaha daerah.
Momentum Program Perintis Berdaya juga akan dihubungkan dengan agenda khusus Menko PM dalam kunjungan kerja bertajuk Dialog Pemberdayaan Afirmatif Berbasis Komunitas di Rumah Inklusif Kebumen pada Jumat, 7 November 2025.
Rumah Inklusif, yang awalnya bernama Komunitas Keluarga Difa Kebumen, didirikan oleh Nyai Muinatul Khairiyah pada tahun 2009. Komunitas ini lahir dari pengalaman personal dalam merawat anak dengan disleksia. Pada tahun 2015, nama baru “Rumah Inklusif” dipilih untuk menguatkan nilai keberagaman dan penghargaan terhadap perbedaan.
Inisiatif ini membuktikan bahwa pemberdayaan kelompok afirmatif dapat dimulai dari ruang kecil dari mushala, dari ruang keluarga, dan dari hati seorang ibu yang ingin melihat semua anak hidup merdeka. Kini, Rumah Inklusif menjadi tempat belajar, berkarya, dan menguatkan solidaritas bagi keluarga dengan anggota disabilitas.
Rumah Inklusif memiliki sekitar 180 keluarga anggota dengan ragam disabilitas, meliputi fisik, mental, sensorik, intelektual, hingga disabilitas ganda. Saat ini, sekitar 40 keluarga aktif mengikuti kegiatan rutin karena keterbatasan mobilitas dan jarak.
Program yang dikembangkan berbasis kebutuhan nyata komunitas, antara lain:
- Sekolah komunitas nonformal untuk anak difabel berat
- Kegiatan spiritual: tadarus, mujahadah, dan pembacaan Al-Barzanji
- Koperasi dan arisan komunitas untuk ketahanan ekonomi keluarga
- Pelatihan membatik motif pegon sebagai ekspresi budaya dan kemandirian ekonomi
Setiap kegiatan dirancang secara partisipatif, di mana keluarga penyandang disabilitas menjadi aktor utama, bukan sekadar penerima manfaat.
Kegiatan Menko PM di Kebumen ini menjadi langkah memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengentasan kemiskinan ekstrem. Melalui sinergi pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat, ekosistem pemberdayaan afirmatif diharapkan terus berkembang dan menjadi model replikasi di berbagai daerah.
Ke depan, pemerintah daerah diharapkan mampu:
- Mendokumentasikan dan mengakselerasi praktik baik pemberdayaan afirmatif
- Menginisiasi program prioritas di wilayah rentan
- Menegaskan semangat gotong royong
- Menjadi leading sector dalam kolaborasi pemberdayaan
Sementara sektor swasta dan BUMN diharapkan memperkuat dukungan berupa pendampingan, inkubasi usaha, serta program CSR berkelanjutan.
Menjelang Hari Disabilitas Internasional yang diperingati pada 3 Desember, Menko PM bakal menyampaikan pesan kunci:
“Rumah Inklusif adalah inisiatif baik dalam mewujudkan partisipasi aktif penyandang disabilitas sebagai bagian utuh dari warga negara Indonesia. Mari kita wujudkan Disabilitas Setara Berkarya, Berdaya tanpa Batas.”pesanya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















