KEBUMEN, Kebumen24.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kebumen tak sekadar seremoni. Di balik suasana sarasehan yang digelar di Mexolie Hotel, Jumat (1/5/2026), terselip kisah haru sekaligus harapan bagi keluarga para pekerja yang telah berpulang.
Pagi itu, perhatian tertuju saat Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, secara simbolis menyerahkan santunan kematian dan beasiswa pendidikan dari BPJS Ketenagakerjaan. Nilainya tak sedikit—mencapai ratusan juta rupiah—namun lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi simbol kehadiran negara di saat warganya menghadapi masa sulit.
Momentum ini menjadi pembuka Sarasehan May Day 2026 yang mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja, Satu Tekad Satu Tujuan Sejahtera Bersama.”
Dalam sambutannya, Lilis menegaskan bahwa perlindungan pekerja bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk empati dan tanggung jawab negara.
“Di balik setiap bantuan ini ada kisah yang menyentuh hati. Kami ingin memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki harapan. Untuk anak-anak penerima beasiswa, teruslah belajar, masa depan kalian masih panjang,” ujarnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Ia menekankan pentingnya hubungan tripartit yang harmonis guna menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat dan mendukung investasi daerah.
Acara ini dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pengusaha, serikat pekerja, akademisi, hingga jajaran Forkopimda. Hadir pula perwakilan Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah, Kodim 0709 Kebumen, dan Polres Kebumen.

Rincian Santunan dan Beasiswa
Sejumlah ahli waris menerima manfaat dengan nilai signifikan, di antaranya:
- Ahli waris almarhumah Dwi Iswanti (RS PKU Muhammadiyah Sruweng) menerima santunan JKK meninggal sebesar Rp139.865.100, termasuk JHT, pensiun berkala, serta beasiswa untuk satu anak hingga perguruan tinggi.
- Ahli waris almarhum Durory (PKU Muhammadiyah Gombong) menerima total Rp66.193.530, mencakup JKM, JHT, pensiun berkala, serta beasiswa pendidikan anak.
- Beasiswa pendidikan juga diberikan kepada keluarga almarhum Dwi Suprajitno (Universitas Putra Bangsa) sebesar Rp14.000.000 per tahun untuk dua anak, serta keluarga almarhum Tohirin (PDAM Kebumen) sebesar Rp12.000.000 per tahun.
Menutup kegiatan, Bupati kembali mengingatkan para pelaku usaha agar tidak mengabaikan jaminan sosial tenaga kerja. Menurutnya, rasa aman bagi pekerja akan berbanding lurus dengan produktivitas.
“Jika pekerja terlindungi, perusahaan akan tumbuh, dan pada akhirnya kesejahteraan daerah ikut meningkat,” tegasnya.
May Day di Kebumen tahun ini pun menjadi pengingat: di tengah kehilangan, selalu ada ruang bagi harapan untuk tumbuh.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















