Pendidikan

Paparkan Orasi Ilmiah, Dosen Unimugo Dorong Keluarga Berperan Aktif dalam Kesehatan Jiwa

1056
×

Paparkan Orasi Ilmiah, Dosen Unimugo Dorong Keluarga Berperan Aktif dalam Kesehatan Jiwa

Sebarkan artikel ini
Dr. Ns. Ike Mardiati Agustin, M.Kep., Sp.Kep.J., saat memaparkan orasi ilmiah bertema kesehatan jiwa dalam prosesi Wisuda dan Sumpah Profesi Unimugo 2025.

GOMBONG, Kebumen24.com – Suasana khidmat dan penuh inspirasi menyelimuti prosesi Wisuda dan Sumpah Profesi Program Diploma, Sarjana, dan Profesi Periode II Tahun 2025 Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo), yang digelar di Auditorium Lantai 3 Unimugo, Sabtu (25/10/2025).

Selain menjadi momen sakral bagi para lulusan, acara ini juga diwarnai dengan penyampaian orasi ilmiah yang menggugah dari salah satu dosen terbaik Unimugo, Dr. Ns. Ike Mardiati Agustin, M.Kep., Sp.Kep.J, pakar keperawatan jiwa yang dikenal atas dedikasinya dalam pengembangan promosi kesehatan mental di masyarakat.

Dalam orasinya berjudul “Model Promosi Kesehatan Jiwa Berbasis Psikoedukasi untuk Kesiapan Keluarga dalam Menekan Relaps pada Orang dengan Gangguan Jiwa Berat”, Dr. Ike menekankan pentingnya peran keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan mental anggota keluarganya.

Ia memaparkan, berdasarkan Survey Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 3 persen rumah tangga di Indonesia memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa berat seperti psikosis atau skizofrenia. Ironisnya, sebagian besar pasien mengalami kekambuhan dalam lima tahun pertama setelah perawatan jika tidak mendapat pendampingan keluarga yang memadai.

“Relaps tidak hanya dipicu oleh faktor medis, tetapi juga sosial dan psikologis seperti minimnya dukungan emosional, stigma negatif, serta kelelahan keluarga dalam merawat,” ungkap Dr. Ike dalam paparannya.

Menurutnya, keluarga berperan besar sebagai support system utama bagi pasien. Oleh karena itu, kesiapan dan pengetahuan keluarga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemulihan pasien.

Sebagai bentuk kontribusi akademik, Dr. Ike mengembangkan model promosi kesehatan jiwa berbasis psikoedukasi—pendekatan yang menggabungkan aspek psikologis dan pendidikan agar keluarga lebih siap mendampingi anggota yang mengalami gangguan jiwa.

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kebumen dengan melibatkan 260 keluarga dan menggunakan pendekatan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasilnya menunjukkan bahwa model psikoedukasi yang dikembangkan mampu meningkatkan kesiapan keluarga dalam menekan angka relaps hingga 4,54 persen, dibanding kelompok tanpa intervensi yang hanya meningkat 1,26 persen.

“Model ini terbukti efektif dan memiliki kebaruan ilmiah dari sisi konsep maupun metode. Kami juga mengembangkan modul psikoedukasi dengan lima sesi utama, mulai dari eksplorasi masalah hingga manajemen stres dan pemanfaatan fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi dan dipresentasikan di konferensi ilmiah tingkat dunia. Dr. Ike berharap model ini dapat diadopsi secara luas oleh tenaga kesehatan, akademisi, dan lembaga pelayanan masyarakat untuk membantu menekan angka kekambuhan pasien gangguan jiwa di Indonesia.

Di akhir orasinya, Dr. Ike menyampaikan pesan penuh makna kepada para wisudawan agar terus berinovasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jadilah agen perubahan di bidang masing-masing. Gunakan ilmu yang diperoleh untuk membangun semangat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk di bidang kesehatan jiwa,” pesannya disambut tepuk tangan hangat para hadirin..(K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.